Pemuda di Aceh Timur Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Korban gantung diri di Aceh Timur saat hendak dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk diautopsi, Minggu (12/7/2020). [Foto: Istimewa]

IDI - MA (27), warga Pereulak Barat, Aceh Timur ditemukan meninggal dunia tergantung di rumahnya Minggu pagi, (12/7/2020), sekira pukul 6.30 Wib, dengan kondisi tali terikat di leher korban.

Korban pertama kali ditemukan oleh MD, selaku sepupu dan tetangga korban, yang saat itu datang ke rumah korban untuk meminjam helm. Karena saat dipanggil dan diberi salam tidak ada jawaban, MD langsung membuka pintu rumah korban. MD mengaku terkejut saat melihat sepupunya tergantung dengan lilitan tali di leher.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, melalui Kapolsek Pereulak Barat, AKP Eko Hardianto yang dihubungi acehonline.co, Senin (13/7/2020) membenarkan peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat bunuh diri.

"Menurut keterangan para saksi, sejak tiga bulan terakhir korban tinggal seorang diri di rumah, sementara ayahnya telah meninggal dunia dan ibunya menjadi TKI di Malaysia," kata AKP Eko.

Korban, kata Kapolsek, merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. Adik perempuannya yang berinisal KH sudah menikah dan tinggal bersama suaminya, sementara dua adik laki-laki MYS dan MYN pergi ke laut sebagai nelayan. Kemudian adik perempuan korban yang bernama RB, mondok di Dayah dan yang terakhir berinisial KZ, tinggal bersama bibinya.

"Usai dilakukan olah TKP, korban dibawa ke RSUD Sultan Abdul Aziz Syah, Pereulak, untuk dilakukan autopsi. Kemudian kembali dibawa pulang dan diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman,” sambung AKP Eko.

Kapolsek Peureulak Barat mengaku, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas atas penjelasan dokter usai pemeriksaan secara medis, yang bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

"Dari pihak keluarga korban mengaku sudah menerima dan tidak melaporkan atau keberatan atas kejadian tersebut, dikarenakan sudah sangat jelas atas apa yang disampaikan dokter." pungkas AKP Eko Hardianto. []

Komentar

Loading...