Pengungsi Dampak Gas Beracun di Aceh Timur Keluhkan Kekurangan MCK dan Air Bersih

Kondisi para korban gas beracun milik PT. Medco E&P Malaka, yang mengungsi di halaman Kantor Camat Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur. Senin (12/4/2021). [Foto: Acehonline.co/Zulkifli]

IDI — Warga Panton Rayeuk T yang mengungsi akibat dampak Gas Beracun milik PT Medco E & P Malaka, berlokasi di halaman Kantor Camat Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur mengeluhkan kurangnya Air Bersih dan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) di tempat pengungsian, Senin (12/4/2021).

Sekitar 163 Kepala Keluarga yang mengungsi, hanya satu MCK umum milik kecamatan yang dapat dimanfaatkan para pengungsi, sementara MCK alternatif lainnya tidak tersediakan.

Pengungsi terpaksa harus mengantri berjam-jam hanya untuk buang air kecil. Selain kekurangan air bersih dan MCK, pengungsi juga kekurangan selimut, sementara untuk tidur, mereka menggunakan matras dan tikar plastik.

Salah seorng pengungsi, Nurul Hasanah mengatakan bahwa, untuk stok makanan mereka cukup dan bahkan lebih, karena tersedia dapur umum didekat posko pengungsian.

"Untuk makan kita lebih ya, yang susah ini MCK dan Air bersih, karena MCK yang ada hanya satu, jadi harus antri panjang kalau kita gunakan, maklum kita pakek rame-rame," katanya.

Nurul menambahkan, para pengungsi hanya memiliki selimut untuk anak-anak dan lansia.

"Kalau kami ya pakek kain sarung. Kalau Pampes bayi ada, setelah kami lapor, langsung disediakan," pungkasnya.

Camat Banda Alam, Muliadi, mengatakan pihaknya mengakui kekurangan-kekurangan tersebut, namun mereka berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan paran pengungsi.

"Untuk kekurangan pasti ada, karena kondisi darurat, namun jika ada keluhan dan dilaporkan, kita akan berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pengungsi." jelasnya. []

Komentar

Loading...