Polda Aceh: 22 Orang Meninggal Dunia di Jalan Raya Selama Operasi Ketupat

Wilayah Aceh dilihat dari satelit. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menyatakan sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya selama berlangsungnya Operasi Ketupat Rencong 2019 di Aceh.

"Ada 22 pengguna jalan raya meninggal dunia di berbagai tempat selama Operasi Ketupat Rencong 2019 di Aceh yang berlangsung 29 Mei hingga 10 Juni 2019," kata Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Aceh AKBP Juprisan Nasution di Banda Aceh, Kamis (13/6/2019).

Pernyataan tersebut disampaikan Juprisan Nasution usai apel konsolidasi Operasi Ketupat Rencong 2019 dan persiapan pengamanan Sidang PHPU 2019.

Didampingi Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Eri Apriyono, Juprisan mengatakan, jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Rencong 2019 terjadi penurunan dibanding 2018.

"Pada 2018, terjadi 44 kasus dengan korban meninggal dunia 21 orang. Sedangkan tahun, ini jumlah kasusnya turun menjadi 34, tetapi korban meninggal dunia meningkat menjadi 22 orang," kata dia.

Kecelakaan lalu lintas yang menonjol selama Operasi Ketupat Rencong 2019, di antaranya sebuah mobil bak terbuka yang mengangkut belasan penumpang masuk jurang di lintasan Gunung Geurutee, Aceh Jaya.

Kecelakaan yang terjadi pada hari kedua Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah atau 6 Juni 2019, menyebabkan empat orang meninggal dunia serta belasan orang lainnya mendapat perawatan di rumah sakit.

AKBP Juprisan Nasution menyebutkan, kepolisian sudah berulang kali mengingatkan masyarakat tidak menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut orang atau penumpang.

Tidak hanya itu, lanjut dia, kepolisian juga melakukan tindakan tegas terhadap mobil bak terbuka yang kedapatan membawa orang. Bahkan, dalam beberapa kasus, penumpangnya disuruh turun dari mobil karena membahayakan nyawa.

"Namun, imbauan dan peringatan tidak diindahkan, sehingga terjadi kecelakaan menyebabkan korban jiwa. Begitu juga kecelakaan lain yang jatuh korban jiwa, disebabkan kesalahan manusia, faktor alam, maupun kondisi jalan yang ada," ujarnya. []

Komentar

Loading...