Polda Aceh Bekuk Tiga Pelaku Penggelapan Mobil Rental

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono saat menggelar konferensi pers terkait kasus penggelapan mobil, Rabu (23/12/2020), di Mapolda Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - HS (22) dan MK (21) warga Julok, Aceh Timur serta MR (19) warga Dewantara, Aceh Utara dibekuk polisi. Pasalnya, ketiganya disangkakan telah melakukan penggelapan dua unit mobil milik salah satu usaha rental asal Sigli.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono didampingi Wadir Reskrimum AKBP Wahyu Kuncoro dan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh Kompol Apriadi dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Rabu (23/12/2020), mengatakan tiga tersangka tersebut berdasarkan Laporan Polisi: LP/274/XI/YAN.2.5/2020/SPKT, tanggal 20 Oktober 2020.

Menurutnya, korban dalam kasus itu adalah pengelola usaha rental di Sigli yang berinisial TS. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian materil berupa satu unit mobil Pajero Sport tahun 2018 dan satu unit mobil Honda Jazz tahun 2019 Rp 700 juta.

Dari tindak pidana ini, kata Kombes Pol Ery, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda City, dua buah buku rekening, satu unit handphone merk Oppo A90, satu unit handphone merk Samsung, satu unit handphone merk Oppo F11, satu unit handphone merk Oppo A37, dan satu unit handphone merk Xiaomi.

Kronologi kejadiannya, sebut Kabid Humas, pada 27 Agustus 2020 tersangka MR berangkat ke Sigli untuk merental satu unit mobil Honda Jazz di tempat usaha rental yang dikelola TS dengan biaya rental perhari sebesar Rp 400 ribu. Kemudian pada 21 September 2020 tersangka MR datang lagi ke usaha rental TS untuk merental satu unit mobil Pajero Sport tahun 2018 dengan biaya rental perhari sebesar Rp 700 ribu.

Selanjutnya pada 9 Oktober 2020 tersangka MR mencabut GPS pada mobil rental itu sehingga tersangka tidak dapat diketahui keberadaannya. Lalu, satu unit Honda Jazz yang telah direntalkan itu digadaikan ke IM (DPO) dengan harga Rp 40 juta sedangkan mobil Pajero Sport dijual kepada R (DPO) dengan harga Rp170 juta.

"Ketiga tersangka yang melakukan tindak pidana tersebut diamankan petugas di Kota Langsa di rumah sewa mereka sambil mencari korban lainnya. Kini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polda Aceh untuk diproses hukum lebih lanjut. Terkait tindak pidana ini masih ada korban lain yang belum melapor, namun ada salah satu korban yang sudah memberitahu tetapi belum membuat laporan polisi," pungkas Kabid Humas. []

Komentar

Loading...