Polisi Amankan 9 Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Langsa, Satu Masuk DPO

Teks Foto : Kapolres Kota Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro (Kanan) sedang memberikan keterangan dalam komperensi pers, Rabu (31/3) di Mapolres setempat. Foto : Istimewa.

LANGSA - Sembilan dari 10 terduga pelaku pemerkosa anak di bawah umur diamankan personil Polresta Kota Langsa pada Sabtu (20/3) lalu, sementara satu pelaku lainnya ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, didampingi Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres setempat, Rabu (31/3/2021) mengatakan, terduga pelaku yakni NS (17), MKA (21), MH (19), MNH (17), MRA(17), MRE (18), dan MVP (15), ditangkap di rumahnya.

"Sementara tersangka MS (18) dan MOS (19) menyerahkan diri ke Polres Langsa pada Selasa (23/3) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Hingga saat ini, satu orang tersangka yakni BK berhasil melarikan diri dan masih dalam pencarian polisi (DPO)." jelasnya.

Menurutnya, tindakan pelecehan dan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut terjadi karena tersangka MRA (17) memiliki Hutang terhadap tersangka MS (18), namun MRA tidak sanggup membayarnya. Sehingga MS meminta bayaran hutang tersebut dengan cara membawakan perempuan untuk memuaskan nafsu seksualnya sebagai pengganti hutang.

"Tersangka MRA membawa korban sebut saja inisialnya MLT ( inisial samaran) ke sebuah rumah kosong di Kecamatan Langsa Kota," sebut Agung.

Di rumah tersebut, tambahnya, sudah ada tersangka MS dan tersangka BK yang sudah menunggu dan disusul oleh tersangka lainnya, yakni; MRE, MVP, MOS, MKA, NS, MH, MNH sehingga Korban diperkosa secara bergilir.

Lebih lanjut, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro mengatakan bahwa, Penyidik Polres Langsa menjerat para tersangka dengan Pasal 47 Sub Pasal 46 dan atau Pasal 50 Sub, Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, Sub Pasal 55 KUHPidana, Sub Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Para tersangka terancam kurungan paling singkat 150 bulan dan paling lama 200 bulan." pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan Pidana Anak ada Pengurangan 1/3 Hukuman dari ancaman Orang Dewasa. []

Komentar

Loading...