Polisi Tangkap Pengguna dan Pengedar Sabu di Banda Aceh

Pengguna dan pengedar sabu yang diringkus Satresnarkoba Polisi Banda Aceh. [Foto: Dok. Polresta Banda Aceh]

BANDA ACEH - Satuan reserse narkoba Polresta Banda Aceh menangkap pengguna dan pengedar sabu di Gampong Geuceu Komplek, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap, Jumat (10/7/2020), mengatakan penangkapan tersebut terjadi saat malam hari atas dasar laporan warga setempat. Penangkapan itu dilakukan pada Selasa (7/7/2020) lalu.

“Pengguna sabu yang ditangkap di sebuah rumah di gampong Geuceu Komplek, Banda Aceh, berjumlah empat orang,” kata AKP Raja Aminuddin.

Para tersangka tersebut yakni MNZ (37) warga Banda Aceh, KS (24) warga Aceh Tamiang, DAP (27) warga Deli Serdang dan DS (25) warga Asahan Sumatera Utara.

“Petugas juga menyita barang bukti delapan paket narkotika jenis sabu dan alat penghisap sabu,” sebut Kasatresnarkoba.

AKP Raja juga menjelaskan, delapan paket sabu tersebut seberat 1,29 gram, sisa dari 13 paket sabu yang diterima dari tersangka MNZ, rencananya akan dijual tersangka kepada orang lain.

“Lima paket sabu telah terjual kepada orang lain,” kata Kasaresnarkoba.

Sementara itu, kata Kasatresnarkoba, saat penangkapan, polisi menemukan narkotika jenis sabu yang disembunyikan oleh tersangka KS di bawah tumpukan batu gunung di halaman rumahnya. Sedangkan barang bukti berupa satu buah alat hisap sabu (bong) yang terbuat dari botol minuman warna hijau, ditemukan petugas di bawah kolong tempat tidur di dalam kamarnya.

“Saat kami menangkap MNZ, petugas menemukan barang bukti berupa satu bungkusan plastik berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 0,47 gram dan uang tunai sebesar Rp270 ribu. Sabu tersebut dibeli pada AMI (DPO) seharga Rp1,5 juta di kawasan Ingin Jaya Aceh Besar pada hari yang sama,” ungkap Kasat.

Selanjutnya, AKP Raja menambahakan, hasil pemeriksaan terhadap tersangka MNZ, petugas kembali menangkap seorang tersangka MT (35) warga Banda Aceh di sebuah rumah di gampong Peuniti, yang menyimpan daun ganja kering milik tersangka MNZ di rumahnya, tanpa memberitahukan kepada aparat keamanan terkait adanya barang terlarang tersebut.

“Petuga juga mengamankan botol mineral yang sudah dimodifikasi menjadi alat hisap sabu,” tambah mantan Kasatresnarkoba Polres Aceh Besar ini.

Selain itu, kata AKP Raja, Personel Opsnal Satresnarkoba Polresta Banda Aceh juga menciduk warga Lamblang Manyang berinisial SU (37) atas kepemilikan dua bungkusan narkotika jenis sabu seberat 200 gram di dalam celana dalam miliknya pada Kamis (9/7/2020).

“Tersangka SU diamankan saat sedang berada dalam mobil minibus BL 7374 JH yang ditumpanginya. Tersangka menyimpan sabu dalam celana dalam yang dipergunakannya saat itu,” kata Kasatresnarkoba.

AKP Raja Harahap mengatakan, SU memperoleh narkotika jenis sabu seberat 200 gram dari CM di kawasan Idi Rayeuk seharga Rp90 juta.

“Namun SU memberi panjar sebesar Rp25 juta serta memiliki sisa hutang pada CM sebesarRp 65 juta. SU akan membayar sisanya setelah semuanya terjual,” pungkas Kasat.

Seluruh tersangka dan barang bukti, kata AKP Raja, saat ini berada di Polresta Banda Aceh guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Empat tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun. Sementara SU dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Yo 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun,” tutupnya. []

Komentar

Loading...