PT Medco Diduga Penyumbang Pasien Covid-19 Terbanyak di Aceh Timur

Ilustrasi hasil pemeriksaan virus corona. [Foto: Istimewa]

IDI - Kasus Corona Virus Disease atau Covid-19 semakin meningkat di Aceh, begitu juga Aceh Timur. Secara Komulatif, hingga Selasa (30/9/2020), total kasus Positif Covid di Aceh Timur tercatat 56 kasus.

"45 Pasien telah dinyatakan sembuh, tiga pasien meninggal dunia, lima pasien menjalani isolasi mandiri dan tiga pasien lainnya masih dalam perawatan medis," kata Jurubicara Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur, dr Edi Gunawan, Rabu (30/9/2020).

Menurut dr Edi, dari 24 Kecamatan yang ada di Aceh Timur, ada dua kecamatan yang terdapat jumlah kasus Covid terbanyak, yakni Kecamatan Indra Makmur dan Julok.

"Di dua Area kecamatan itu banyak kasus Covid-19 yang ditemukan, mereka berasal dari karyawan perusahan migas yang beroperasi di daerah Indra Makmur," katanya.

Lebih lanjut dr Edi Gunawan menjelaskan, lebih dari 50 persen pasien Covid-19 di Aceh Timur, tercatat sebagai karyawan atau bekerja di perusahaan migas tersebut.

"Kebetulan dari awal kasus muncul di Aceh Timur paling banyak karyawan perusahaan tersebut. Mereka semua tanpa gejala," ujar dr Edi.

Berdasarkan data kluster penyebaran Covid-19 kabupaten Aceh Timur yang diperoleh dari Dinas Kesehatan setempat tertanggal 30 September 2020, terdapat 58 Kasus yang dibagi beberapa Kluster.

Kluster Tempat Pendidikan 3,35 persen, Kluster Kegiatan Masyarakat 3,35 persen , kluster Kantor Pemda/RSUD 3,35 persen, Pemukiman 3,35 persen dan Kantor Swasta 60,35 persen.

Untuk diketahui, satu-satunya Perusahaan Minyak dan Gas (Migas) yang beroperasi di Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur merupakan PT Medco E & P Malaka.

Humas PT Medco, Maulizar, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu terkait tanggapan persoalan tersebut.

Sementara itu dari pihak Badan Pengelola Migas Aceh, Tiara Fatimah, selaku bidang Komunikasi, Publikasi dan Hubungan Media ketika dimintai tanggapan, Rabu (30/9), mengatakan tudingan PT Medco E&P Malaka sebagai penyumbang Pasien Covid-19 terbanyak di Aceh Timur itu tidak mendasar.

"Tudingan bahwa PT Medco EP Malaka sebagai penyumbang covid 19 terbesar di Aceh timur itu menurut saya tidak berdasar. Karena setiap daerah di Aceh sendiri mengalami peningkatan kasus," kata Tiara.

Tiara juga menjelaskan, bahwa pihak PT Medco E&P Malaka sangat ketat menajaga protokol kesehatan Covid-19, khususnya bagi siapun yang memasuki wilayah kerja. Medco juga selalu melakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) test kepada yang memasuki area kerja untuk mengantispasi penyebaran Covid-19.

"Dalam hal ini, yang kami ketahui PT Medco EP Malaka menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat khususnya bagi siapapun yang memasuki wilayah kerja. Jadi, tes PCR rutin adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh PT Medco untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 sejak dini," pungkasnya. []

Komentar

Loading...