Ribuan Mahasiswa Kembali Demo Tolak Izin Tambang Emas di Aceh

Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Banda Acek kembali menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Aceh terkait penolakan izin tambang emas di Aceh. [Foto: Merdeka.com]

BANDA ACEH - Mahasiswa dari berbagai universitas di Banda Aceh melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Aceh. Aksi ini dilakukan untuk menolak keberadaan PT Emas Mineral Murni (PT EMM), Rabu (10/4).

Massa yang datang silih berganti ini juga memprotes kekerasan yang dilakukan pihak ke polisian pada aksi kemarin. Aksi yang berlangsung di kantor Gubernur Aceh yang berakhir ricuh. Hingga 7 orang mahasiswa mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kemarin pihak kepolisian juga sempat melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. Kaca depan kantor Gubernur Aceh pecah. Begitu juga sejumlah pot bunga hancur akibat ricuh tersebut.

Sebagian peserta aksi bahkan sempat bermalam di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Pada malam harinya peserta aksi melakukan konsolidasi, hingga pagi ini ribuan massa kembali mendatangi kantor Gubernur Aceh.

Polisi dan Satpol PP tampak siaga dalam pekarangan kantor Gubernur Aceh. Semua menggunakan pakaian anti kerusuhan, memakai helm, tameng dan mobil water canon. Tampak juga sebagian polisi memegang senjata gas air mata.

"Aksi ini lanjutan dari kemarin, kami meminta kepada pemerintah untuk mencabut izin PT EMM," kata Koordinator Lapangan, Ilham Zamzam.

Menurutnya, keberadaan PT EMM di Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya ditolak oleh masyarakat setempat. Warga tidak mau dengan ada perusahaan tambang itu, lingkungan bisa rusak dan masyarakat tidak mendapatkannya apapun nantinya.

Selain itu, Ilham meminta kepada pihak kepolisian meminta maaf atas peristiwa yang terjadi kemarin. Sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka dan terpapar gas air mata.

Sebenarnya ini tidak akan terjadi, sebutnya, bila Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah proaktif mau bertemu dengan massa aksi. Akan tetapi sudah 5 kali melakukan aksi, Nova tidak pernah mau bertemu dengan massa aksi hingga sekarang.

"Kalau hari ini juga tidak ada solusi, kami akan kerahkan masa yang lebih banyak ke depan, kami akan turunkan masyarakat untuk demo di sini," ungkapnya.

Hingga saat ini aksi masih berlangsung. Peserta aksi berada di jalan depan kantor Gubernur. Sementara pintu pagar kantor Gubernur ditutup. Dalam pekarangan kantor tampak pihak kepolisian dan Satpol PP siaga dengan pakaian lengkap anti huru-hara. []

Komentar

Loading...