Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Tangkap Sepuluh Tersangka Kasus Narkotika

Barang bukti sabu yang disita Satresnarkoba Polresta Banda Aceh dari tersangka kasus narkotika. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Satresnarkoba Polresta Banda Aceh kembali menangkap pemilik, pengguna serta pengedar narkotika jenis sabu dan ganja kering di beberapa lokasi, termasuk dari hasil pengembangan keberadaan tersangka yang di luar wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Dalam pengungkapan kasus narkotika jenis sabu ini, polisi menangkap sepuluh tersangka dengan barang bukti 22,63 gram sabu dan 1,48 gram daun ganja kering.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap, Rabu (15/7/2020), mengatakan penangkapan ini dilakukan di beberapa lokasi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh dan wilayah hukum Polres Pidie.

“Kami melakukan penangkapan atas pengembangan tersangka yang kemarin kami tangkap dan kali ini kami mengamankan 10 tersangka lainnya yang ada kaitan, serta yang terpisah dengan tersangka awal,” sebut Kasatresnarkoba.

AKP Raja Harahap mengatakan, selain sepuluh tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti berupa 22,63 gram sabu diberbagai lokasi serta 1,48 gram daun ganja kering, serta alat yang dipergunakan oleh para tersangka dalam menggunakan narkotika tersebut.

Kasatresnarkoba menjelaskan, penangkapan pertama dilakukan pada Selasa (7/7/2020).

“Petugas opsnal satresnarkoba menangkap BUS (34) warga Aceh Besar dan ZB (36) warga Pidie di Aceh Besar dengan barang bukti berupa sabu dengan berat 8,51 gram,” ungkap Kasatresnarkoba.

Tersangka BUS, kata Kasat, pernah menjual narkotika jenis sabu seharga Rp3 juta di Aceh Besar kepada tersangka MNZ. Sedangkan tersangka MNZ merupakan tersangka yang sebelumnya ditangkap petugas.

“Setelah dilakukan pengembangan dari BUS, polisi kembali menangkap ZB di rumahnya Gampong Dayah Beureueh, Kecamatan Mutiara, Pidie,” tutur Kasatresnarkoba.

“Adapun kaitan antara tersangka BUS dan ZB, mereka sebagai pemesan sabu pada IK (DPO) sebanyak 25 gram seharga 13 juta dan menjual sebagian sabu tersebut kepada MNZ seharga 3 juta,” tambah Kasat.

Terhadap tersangka BUS dan ZB, kata AKP Raja Aminuddin ,dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

Kemudian, lanjutnya, pada Sabtu (12/7/2020), petugas menangkap terhadap satu tersangka MY (28) di bantaran sungai di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar dengan barang bukti enam bungkusan paket sabu seberat 0,80 gram.

“Sabu yang ditemukan oleh petugas sebanyak enam paket diletakkan dalam sebuah tas pinggang yang sedang dipergunakannya untuk dijual kepada orang lain, Sementara itu, saat dilakukan interogasi oleh petugas, MY mengakui bahwa narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari tersangka YL yang ditetapkan sebagai DPO dengan harga 800 ribu rupiah,” sebut mantan Kasatresnarkoba Polres Aceh Besar ini.

Terhadap tersangka MY, kata AKP Raja Aminuddin, Polisi menjerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dengan hukuman penjara selama 12 tahun.

Selain itu, AKP Raja Aminuddin juga menjelaskan, personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap satu tersangka atas kepemilikan narkotika jenis sabu di rumahnya di Desa Meunasah Mon, Aceh Besar pada Senin (13/7/2020) dengan barang bukti sabu sebanyak 3,35 gram, yang disimpan dalam kaleng rokok.

“Penangkapan terhadap tersangka SU (41) warga Meunasah Mon, Aceh Besar dengan barang bukti empat paket sabu sebanyak 3,35 gram yang disimpan dalam kaleng rokok yang diletakkan di depan rumah tersangka,” sebut AKP Raja Aminuddin Harahap.

Kemudian saat petugas menginterogasi tersangka SU, lanjut Kasat, dia mengakui bahwa sabu tersebut diperoleh dari AS di Kabupaten Pidie, Kamis (2/7/2020) silam.

“Barang terlarang itu akan dijual kepada orang lain dengan hasil penjualan akan diserahkan kepada AS yang ditetapkan sebagai DPO oleh Satresnarkoba Polresta Banda Aceh,” ungkapnya.

Selain untuk dijual, lanjut Kasatresnarkoba, tersangka SU juga menggunakan sabu tersebut untuk dihisap olehnya.

“Saat ini tersangka SU mendekam disel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya serta dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” papar AKP Raja Aminuddin.

Pada hari yang sama, Kasat menambahkan, Polisi berbaju preman kembali menangkap satu tersangka yang terlibat dalam tindak pidana narkotika jenis ganja dan sabu di pinggiran sebuah kolam di gampong Lambaro Skep, Banda Aceh.

“Kami berhasil mengamankan seorang tersangka MHD (35) yang berprofesi sebagai nelayan dengan barang bukti dua bungkusan sabu seberat 0,39 gram dan satu bungkusan daun ganja kering dengan berat 1,48 gram. Tersangka MHD memperoleh dengan cara membeli dari BD yang ditetap sebagai DPO hari Sabtu (11/7/2020) di Ganoe Banda Aceh seharga Rp800 ribu,” jelasnya.

“MHD dijerat Pasal 111 Ayat (1) dan 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun,” tambah AKP Raja.

Selanjutnya, kata Kasat, personel Satresnarkoba menangkap lima tersangka lainnya yang menggunakan narkotika jenis sabu di sebuah rumah di gampong Lamjame, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, pada Selasa (14/7/2020).

Dari lima tersangka, kata AKP Raja Aminuddin, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 9,38 gram dan alat yang dipergunakan oleh para tersangka berupa timbangan digital, delapan potongan pipet warna bening, pipa kaca dan tutup botol mineral berwarna biru.

“Para tersangka yang ditangkap yaitu MA (22) warga Bireun, RM (20) Warga Pidie Jaya, FJ (25) warga Pidie Jaya, RZ (21) warga Banda Aceh, dan MF (22) warga Aceh Besar,” sebut Kasatresnarkoba.

Kelima tersangka ini, kata Kasat, merupakan hasil dari pengembangan tersangka MHD yang ditangkap di pinggiran sebuah kolam di gampong Lambaro Skep, Banda Aceh. Menurut MHD, dia memperoleh sabu dari MA.

“Saat dilakukan penangkapan terhadap MA, polisi menemukan sabu dengan berat 9,04 gram dan timbangan digital,” ungkap AKP Raja Harahap.

Kasat menjelaskan, MA memperoleh sabu dengan cara menggadaikan sepeda motornya kepada MR (DPO) di Jeunieb. Saat itu, MA bersama RM sekembali dari Bireuen bertemu dengan MR di kawasan Jeunieb untuk mengambil sabu sebanyak 9,04 gram. Lalu mereka menuju ke Banda Aceh menggunakan L-300 dan turun di depot air kawasan Batoh Banda Aceh.

“Saat mereka sedang menggunakan narkotika jenis sabu bersama-sama di rumah tersangka FJ di Lamjame Banda Aceh hari selasa (14/7/2020), personel menangkap para tersangka dan mengamankan barang bukti dari salah satu saku celana tersangka berupa sabu dengan berat 0,34 gram, serta delapan potongan pipet warna bening, pipa kaca serta tutup botol mineral berwarna biru,” kata Kasatresnarkoba.

Saat ini, kata AKP Raja Aminuddin, para tersangka mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancama kurungan penjara selama 20 tahun. []

Komentar

Loading...