Seorang Wanita di Aceh Timur Lumpuh, Keluarga Pasien Mengaku Dampak Keracunan Gas

Warga Aceh Timur yang menderita lumpuh saat dirawat di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur. [Foto: Istimewa]

IDI - Diduga dampak keracunan asap kegiatan Flaring (pembersihan) sumur gas milik PT Medco E & P Malaka yang dilakukan beberapa waktu, kini kembali menelan korban, Senin (3/5/2021).

Asma Adnan, Warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur itu kembali tumbang dan seluruh badannya tidak bisa digerakkan atau lumpuh. Korban saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud.

Informasi yang diperoleh, korban pernah menghirup gas berbau busuk pada 9 April lalu. Saat itu, korban hanya merasa mual dan pusing, usai mendapat perawatan medis di Puskesmas Banda Alam, Korban sudah merasa sehat dan kembali kerumah.

"Pada saat peristiwa keracunan massal bulan lalu, istri saya hanya mengalami sedikit sesak nafas tetapi bisa ditahan, saat itu sempat di periksa di Puskesmas." kata Muhammad Zakaria, Suami Korban.

Sebelumnya, pada Minggu (2/5) dinihari, Asama susah mengeluhkan sesak nafas kepada suaminya, korban juga merasa seluruh tubuhnya sangat lemah.

"Saya berfikir sakitnya biasa, sehingga seperti biasa saya pergi ke kebun. Sepulang dari kebun, kondisinya makin parah, badannya sudah tidak terasa, kaki dan tangan tidak bisa bergerak lagi hanya leher dan kepala yang masih bisa digerakkan. Sehingga langsung kami bawa ke RSZM," kisah Zakaria, suami korban.

"Saya yakin ini pengaruh dari gas beracun, cuma ini baru bereaksi." pungkasnya.

Diketahui, pada Jumaat (9/4) lalu, puluhan warga Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur mengalami mual, pusing dan muntah-muntah secara massal, yang diduga akibat menghirup asap hasil Flaring (pembersihan) Sumur AS-11 milik PT. Medco E & P Malaka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara ratusan warga lainnya harus mengungsi di halaman Kantor camat setempat untuk beberapa hari hingga situasi dipastikan aman.

Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr. Edy Gunawan Mars. [Foto: Acehonline.co/Zulkifli]
Sementara itu, Kepala RSUD dr. Zubir Mahmud, dr. Edi Gunawan Mars, saat dikonfirmasi Senin (3/5) mengatakan, pasien atas nama Asma Adnan mengalami gangguan pada sumsum tulang belakang. Diperkirakan, akibat terjadi kompresi pada Medulla Spinalis pasien.

"Hasil Diagnosa medis, pasien mengalami gangguan pada sumsum tulang belakang, kemungkinan ada kompressi pada sumsum tulang belakangnya," kata dr. Edi Gunawan.

Saat ini, Dr. Edi menjelaskan, pasien ditangani oleh dokter Spesialis Saraf dan pihaknya juga sudah dianjurkan pasien untuk dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.

Sementara keterkaitan kondisi pasien dengan asap Flaring PT. Medco, dr. Edi mengatakan tidak pernah mendengar ada zat atau gas yang dapat menimbulkan penyakit tersebut.

"Saya belum pernah mendengar ada suatu zat atau gas yang bisa menyebabkan efek penekanan atau kompressi di Medulla Spinalis atau Sumsum Tulang Belakang," pungkasnya. []

Komentar

Loading...