Seorang Waria di Banda Aceh Terciduk Curi Pakaian untuk Lebaran

Seorang waria di Banda Aceh ditahan polisi karena mencuri pakaian. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Seorang Waria nekat mencuri pakaian untuk kebutuhan lebaran di Matahari Plaza Aceh. Waria berinisial IK (36) itu warga Ulee Kareng Banda Aceh. Dia diciduk polisi dan ditahan di Polsek Kuta Alam, Jumat (22/5/2020).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Fezuono Dizha, Senin (25/5/2020), mengatakan IK berpura - pura membeli pakaian untuk kebutuhan lebaran, namun ternyata pakaian tersebut hasil dari mengutil, bukan dibeli.

"Karyawan Matahari Plaza Aceh saat sedang bertugas melihat seorang pengunjung membawa tas yang seharusnya dititip di bagian penitipan. Karyawan tersebut merasa curiga, di mana ada konsumen membawa tas belanjaan di dalam ruang yang dilarang untuk membawa tas. Pada saat diperiksa tas bawaan tersebut, berisikan pakaian dari Matahari Plaza Aceh," ucap Dizha.

Salah satu karyawan mencoba meminta slip pembelian, namun pelaku tidak bisa menunjukkan. “Saat itulah pelaku diamankan oleh petugas kemanan setempat,” tambah Dizha.

Barang bukti pakaian yang dicuri waria di Banda Aceh. [Foto: Istimewa]
Kapolsek Kuta Alam menjelaskan, berdasarkan Laporan Polisi: LP.B / 104 / V / YAN.2.5 / SPKT tanggal 22 Mei 2020 yang dilaporkan Jepri Supriadi (26), Polisi memeriksa korban yang melapor serta pelaku terkait dugaan tindak pidana pencurian, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHPidana.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap IK, kami menyita barang bukti berupa enam potong celana panjang wanita merk Cardinal, dua potong celana panjang pria merk Cardinal dan Nevada, tiga kotak celana dalam pria merk LGS dan dua potong baju pria merk LGS dan Andrew Smith,” tambah Kapolsek Kuta Alam.

"Kami melakukan pengembangan terhadap kasus ini hingga ke rumah yang pelaku, dan kami mengamankan barang bukti lainnya berupa tujuh puluh potong celana panjang berbagai merk, yang diduga berasal Matahari Plaza Aceh dengan nilai kerugian sebesar 40 juta rupiah," tuturnya lagi.

Kapolsek mengungkan, pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatannya, di mana barang bukti cukup banyak disimpan di rumahnya.

“Pelaku mengalami tuna wicara sehingga pihak kepolisian harus melakukan koordinasi dengan saksi ahli untuk mendampingi pelaku,” jelasnya.

Saat ini, kata Kapolsek, pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Kuta Alam dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara. []

Komentar

Loading...