Sepuluh Kecamatan di Aceh Utara Masih Terendam Banjir

Banjir di Aceh Utara. [Foto: Antara Aceh]

ACEH UTARA - Sejumlah gampong di sepuluh kecamatan di Aceh Utara, masih terendam banjir pada Rabu (9/12/2020). Sementara 13 kecamatan lainnya dilaporkanbanjir telah surut dan terparah saat ini berada di Baktiya Barat.

Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Aceh Utara Muhktaruddin di Lhoksukon, Rabu malam menyebutkan, ketinggian air di Baktiya Barat bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter lebih di tempat tertentu yang merendam rumah warga.

"Berdasarkan data yang kami miliki, masih ada 10 kecamatan yang masih terendam banjir dan terparah saat ini berada di Kecamatan Baktiya Barat dengan ketinggian air lebih dari 1 meter di tempat tertentu," kata Muhktaruddin.

Dia menjelaskan, selain Baktiya Barat, kecamatan yang masih tergenang banjir antara lain Lhoksukon, Baktiya, Lapang, Tanah Luas, Tanah Pasir, Samudera, Nibong, Matangkuli dan Kecamatan Pirak Timu.

"Meski airnya sudah surut di kecamatan itu, namun masih ada rumah yang terendam karena belum sepenuhnya surut. Kalau di Baktiya Barat berdasarkan data yang kami miliki, ada 13 gampong yang terendam dan para korban banjir masih bertahan di tempat pengungsian," kata Muhktaruddin.

Muhktaruddin bersama pengurus dan anggota IPSM lainnya sore tadi juga ikut mendampingi penyerahan bantuan masa panik dari istri peunsiunan karyawan PT PIM untuk korban banjir di Kecamatan Baktiya Barat.

Untuk Baktiya Barat, lanjut Muhktaruddin, saat ini juga sangat dibutuhkan posko pelayanan kesehatan karena sejumlah korban banjir sudah mengeluh gatal- gatal dan penyakit kulit lainnya.

IPSM Aceh Utara merupakan salah satu lembaga sosial yang cukup aktif memantau, mendata pengungsi, logistik hingga kesehatan untuk para korban banjir Aceh Utara di samping petugas terkait lainnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Amir Hamzah mengatakan data kondisi banjir tersebut bisa berubah-ubah setiap waktu. Begitu juga dengan ketinggian air yang merendam pemukiman penduduk.

"Kami mengimbau kepada keuchik (kepala desa), juga sesuai instruksi Bapak Bupati agar melaporkan perkembangan situasi banjir di gampongnya ke pihak kecamatan untuk diteruskan ke kita, semisal ada pengungsi yang belum mendapat bantuan, rumah terendam bertambah dan informasi penting lainnya," pungkas Amir Hamzah.

Diberitakan sebelumnya, banjir akibat curah hujan tinggi yang diperparah meluapnya air sungai dan jebolnya tanggul di beberapa titik mengakibatkan 23 kecamatan di Aceh Utara ikut terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 2,5 meter di tempat tertentu. []

Komentar

Loading...