Soal Dugaan Penyumbang Pasien Covid-19 Terbanyak di Aceh Timur, Ini Tanggapan PT Medco

General Meneger PT Medco E&P Malaka, Susanto (Tengah) saat memberikan keterangan terkait dugaan PT Medco penyumbang kasus Covid-19 terbanyak. [Foto: AcehOnline/Zulkifli]

IDI – General Meneger (GM) PT Medco E&P Malaka, Susanto, akhirnya menanggapi pemberitaan dugaan PT Medco E&P Malaka sebagai penyumbang pasien Covid-19 terbanyak di Aceh Timur, Kamis (1/10/2020).

Menurutnya, sejak Pemerintah resmi mengumumkan pandemi Covid-19, PT Medco E&P Malaka terus meningkatkan kewaspadaan dalam operasinya. Susanto mengatatakan, kesehatan dan keselamatan pekerja serta kontraktor (rekanan) merupakan prioritas utama perusahaan.

"Kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan kesehatan pekerja maupun kontraktor dengan melakukan isolasi mandiri, isolasi kedua di tempat yang ditetapkan perusahaan dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) secara rutin sebelum bertugas, untuk mengantisipasi sejak dini penyebaran Covid-19 sesuai protokol pencegahan dari Pemerintah," ujar Susanto.

Selain itu, dia mengatakan pihaknya juga melaksanakan proses pemantauan, memeriksa suhu tubuh di setiap entry-point serta mewajibkan pekerja melakukan isolasi dan observasi mandiri di rumah saat tidak bertugas.

“Berkat pelaksanaan protokol tersebut, Perusahaan telah berhasil mengidentifikasi dan menyaring pekerja positif Covid-19 di Aceh Timur sebelum mulai bertugas ke lapangan,” kata Susanto.

"Perusahaan akan terus memantau kondisi setiap pekerja dan kontraktor serta berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Aceh Timur sebagai komitmen dalam upaya pencegahan Covid-19, sekaligus terus menjaga keberlangsungan operasi untuk mendukung ketersediaan energi nasional,” pungkas GM Medco E&P Malaka.

Sebelumnya diberitakan, kasus Corona Virus Disease atau Covid-19 semakin meningkat di Aceh Timur. Secara Komulatif, hingga Selasa (30/9/2020), total kasus Positif Covid di Aceh Timur tercatat 56 kasus.

"45 Pasien telah dinyatakan sembuh, tiga pasien meninggal dunia, lima pasien menjalani isolasi mandiri dan tiga pasien lainnya masih dalam perawatan medis," kata Jurubicara Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur, dr Edi Gunawan, Rabu (30/9/2020).

Menurut dr Edi, dari 24 Kecamatan yang ada di Aceh Timur, ada dua kecamatan yang terdapat jumlah kasus Covid terbanyak, yakni Kecamatan Indra Makmur dan Julok.

"Di dua Area kecamatan itu banyak kasus Covid-19 yang ditemukan, mereka berasal dari karyawan perusahan migas yang beroperasi di daerah Indra Makmur," katanya.

Lebih lanjut dr Edi Gunawan menjelaskan, lebih dari 50 persen pasien Covid-19 di Aceh Timur, tercatat sebagai karyawan atau bekerja di perusahaan migas tersebut.

"Kebetulan dari awal kasus muncul di Aceh Timur paling banyak karyawan perusahaan tersebut. Mereka semua tanpa gejala," ujar dr Edi.

Berdasarkan data kluster penyebaran Covid-19 kabupaten Aceh Timur yang diperoleh dari Dinas Kesehatan setempat tertanggal 30 September 2020, terdapat 58 Kasus yang dibagi beberapa Kluster.

Kluster Tempat Pendidikan 3,35 persen, Kluster Kegiatan Masyarakat 3,35 persen , kluster Kantor Pemda/RSUD 3,35 persen, Pemukiman 3,35 persen dan Kantor Swasta 60,35 persen. []

Komentar

Loading...