Soal Pilkada 2022, Mualem Berharap Pemerintah Pusat Berkomitmen

Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) Muzakir Manaf (Mualem) berharap pemerintah pusat dapat berkomitmen dengan perjanjian damai Aceh, terkait penetapan jadwal pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh.

“Menyangkut Pilkada Aceh, kami harapkan kepada pusat, sesuai dengan perjanjian MoU Helsinki (perjanjian damai Aceh) itu, sebagaimana yang diatur lima tahun sekali,” kata Mualem menjawab pertanyaan wartawan terkait Pilkada 2022, dimana pusat telah menetapkan Pilkada dilaksanakan pada 2024 secara serentak, usai pembukaan Rapat Kerja Partai Aceh 2021, di Takengon, Minggu (28/3/2021).

Mualem menjealskan, untuk mempertahankan pelaksanaan Pilkada Aceh dapat dilaksanakan pada 2022, pihaknya akan melobi pemerintah pusat agar jadwal pelaksanaan pilkada Aceh dapat dilaksanakan sesuai yang telah ditentukan (2022).

“Kami Akan berupaya menemui presiden. Soal kapan, akan ditentukan sesuai waktu yang diberikan nantinya oleh presiden,” ungkap Mualem.

Sementara itu ketika ditanyai jika pusat menolak dan tetap melaksanakan Pilkada Aceh serentak pada 2024, Mualem menyatakan dirinya berharap pusat tetap berkomitmen pada 2022.

“Mungkin saja kami akan ke ranah sana (gugatan ke MK),” tegas Mualem ketika kembali ditanyai apakah akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya.

Sementara itu ketika ditanyai soal upaya Pemerintah Aceh dalam mempertahankan agar Pilkada Aceh dilaksanakan 2022, Mualem menilai  Pemerintah Aceh tidak serius untuk menjalankan Pilkada 2022.

“Yang kita lihat ke belakang ini, tidak sesuai seperti yang diharapkan,” ungkapnya.

Sedangkan terhadap DPRA, Mualem menilai DPRA hingga kini tetap ngotot agar Pilkada Aceh dilaksanakan di 2022.

“Mereka telah menyurati presiden dan mendagri,” ujar Mualem. []

Komentar

Loading...