Tak Hadir ke DPRA, Mahasiswa Berikan “Mosi Tak Percaya” untuk Anggota DPR-RI asal Aceh

Para mahasiswa Aceh yang menggelar aksi di DPRA saat memberikan "Mosi Tak Percaya" kepada anggota DPR-RI asal Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Aceh memberikan "Mosi Tak Percaya" kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, Jumat sore (27/9/2019). Hal itu sebagai bentuk kekecewaan puluhan mahasiswa dan perwakilan BEM se-Aceh yang menunggu para anggota DPR-RI asal Aceh sejak kemarin untuk pulang dan hadir ke Gedung DPRA guna menerima aspirasi mereka untuk diperjuangkan ke Jakarta.

Pantauan acehonline.co di Gedung Utama DPRA yang merupakan ruang sidang paripurna DPRA, puluhan mahasiswa dan perwakilan BEM se-Aceh yang masih bertahan di DPRA sejak kemarin hingga Jumat sore tadi, bertemu dengan Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda dan sejumlah anggota DPRA lainnya, sekitar Pukul 15.00 WIB. Mereka mempertanyakan upaya anggota DPRA untuk menghadirkan para anggota DPR-RI asal Aceh.

Para mahasiswa saat berdialog dengan anggota DPRA terkait menghadirkan anggota DPR-RI ke DPR Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]
Dalam pertemuan itu, Sulaiman Abda menjelaskan dirinya telah berupaya menghubungi sejumlah anggota DPR-RI asal Aceh. Beberapa nomor telepon genggam anggota DPR-RI yang ia hubungi, kata Sulaiman Abda, tidak aktif dan beberapa lainnya tidak memberikan jawaban terkait permintaan mahasiswa untuk hadir ke DPRA.

Para mahasiswa memenuhi sidang paripurna DPR Aceh saat berdialog dengan anggota DPRA. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]
Mendengar jawaban itu, Gubernur BEM Fakultas Hukum Unmuha Banda Aceh, M. Faidzal Rizki, yang merupakan koordinator lapangan aksi mahasiswa tersebut langsung membacakan pernyataan sikap "Mosi Tak Percaya" yang diikuti para perwakilan BEM se-Aceh dan puluhan mahasiswa lainnya, sebagai bentuk kekecewaan mereka kepada anggota DPR-RI asal Aceh periode 2014-2019 dan yang kembali terpilih, karena tidak memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh.

Para mahasiswa Aceh saat membacakan pernyataan sikap "Mosi Tak Percaya" untuk anggota DPR-RI asal Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]
Usai membacakan pernyataan sikap "Mosi Tak Percaya", para perwakilan BEM tersebut menandatangani pernyataan sikap mereka dan menyerahkannya kepada Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, untuk disampaikan nantinya ke para anggota DPR-RI.

Para perwakilan BEM se-Aceh saat menandatangani pernyataan sikap "Mosi Tak Percaya" untuk anggota DPR-RI asal Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]
Kepada wartawan, Koordinator Lapangan aksi mahasiswa tersebut, M. Faidzal, didampingi perwakilan BEM lainnya mengatakan "Mosi Tak Percaya" kepada anggota DPR-RI asal Aceh itu diberikan karena mereka tidak percaya lagi dan keceewa kepada para anggota DPR-RI asal Aceh periode 2014-2019 dan yang kembali terpilih untuk periode 2019-2024.

"Kami tidak mengakui mereka itu sebagai penampung dari aspirasi masyarakat Aceh," teriak Faidzal diikuti sorak-sorai mahasiswa lainnya.

Para perwakilan BEM se-Aceh menyerahkan pernyataan sikap Mosi Tak Percaya kepada pimpinan DPRA untuk disampaikan kepada anggota DPR-RI asal Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]
Faidzal juga mengatakan, para mahasiswa telah berupaya untuk menggelar aksi dengan damai dan tidak anarkis, di mana dalam aksi yang mereka lakukan, tidak ada sarana dan prasarana di DPRA yang rusak. Namun, dia mengaku kecewa yang dengan sikap anggota DPR-RI asal Aceh yang tidak datang menemui mereka untuk menampung aspirasi dari mahasiswa Aceh.

"Kami meminta para anggota dewan asal Aceh dapat menolak secara personal dan Instansi terkait 7 tuntutan mahasiswa yang telah disampaikan mahasiswa ke DPRA dan diteruskan secara instansi ke Presiden RI dan DPR-RI. Kami juga meminta kepada para anggota DPR-RI asal Aceh untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan terutama rakyat Aceh, karena gagal memperjuangkan kepentingan rakyat, yang dalam hal ini lahirnya "Undang-Undang Karet", ungkapnya.

Para mahasiswa Aceh saat menggelar konferensi pers terkait pernyataan sikap "Mosi Tak Percaya" untuk anggota DPR-RI asal Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]
Setelah menyampaikan "Mosi Tak Percaya" tersebut, Faidzal mengatakan aksi mahasiwa di DPRA terkait menuntut dibatalkannya UU KPK yang baru dan revisi RKUHP serta beberapa undang-undang lainnya selesai dilakukan.

"Namun kami akan menggelar aksi yang lebih besar ke depannya jika para anggota DPR-RI tidak melakukan upaya apapun terkait tuntutan kami," tegasnya.

Pernyataan sikap "Mosi Tak Percaya" BEM se-Acehuntuk Anggota DPR-RI asal Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]
Sementara itu Kapolresta Banda Aceh Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, S.H yang turut mengawal aksi mahasiwa Aceh di DPRA tersebut mengapresi aksi mahasiswa Aceh yang dilakukan dengan damai dan tidak anarkis.

“Kami sangat mengapresiasi, karena mahasiswa juga menjaga dari hal-hal yang mengakibatkan bentrok dengan aparat keamanan. Mereka sendiri membentengi jangan sampai ada orang lain di luar mahasiswa yang berusaha masuk memprovokasi adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Kapolres juga mengatakan dalam melakukan aksi tersebut para mahasiswa juga instens melakukan komunikasi dengan aparat keamanan dan dewan, sehingga semua berjalan dengan baik.

“Saya kita ini sesuatu yang baik, yang dilakukan adik-adik mahasiswa, mereka bisa menjaga semuanya, sehingga tujuan aksi mereka bisa tersampaikan,’ imbuhnya. []

Komentar

Loading...