Tarmizi Panyang Minta Kerusakan Akibat Banjir di Aceh Utara dan Aceh Timur Ditangani dengan APBA

Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tarmizi Panyang. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Banjir besar yang melanda Aceh Utara dan Aceh Timur beberapa waktu lalu meninggalkan kerusakan yang cukup parah, seperti kerusakan rumah warga, jalan, jembatan putus, serta kerusakan lahan pertanian warga dan gagal panen.

Di Aceh Utara, beberapa jembatan putus akibat dihantam banjir besar seperti jembatan bailey yang menghubungkan desa Buket Makarti Kecamatan Tanah Luas dengan Desa Darussalam Kecamatan Geureudong Pase, kemudian jembatan di Desa Matang Sijuek Kecamatan Baktia Barat juga dilaporkan putus.

Selain itu, sejumlah rumah dan beberapa akses jalan juga dilaporkan rusak di Aceh Utara. Para petani juga mengalami kerugian hingga puluhan miliar akibat gagal panen dan lahan pertanian rusak akibat banjir.

Atas dasar itu, Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tarmizi Panyang, meminta Pemerintah Aceh agar dapat menangani kerusakan-kerusakan tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Menurut Tarmizi, bila perbaikan kerusakan itu mengandalkan APBK Kabupaten dimaksud, maka akan lama tertangani, mengingat anggaran kabupaten yang terbatas. Sementara infrastruktur yang rusak, kata dia, adalah hal yang sangat urgent bagi warga untuk menopang aktivitas mereka sehari-hari. Untuk itu Anggota DPRA asal Dapil Aceh Utara-Lhokseumawe tersebut meminta Pemerintah Aceh untuk dapat menggunakan APBA memperbaiki kerusakan dimaksud yang disebabkan oleh bencana banjir.

“Ada kerusakan-kerusakan fisik yang cukup parah akibat banjir besar di Aceh Utara. Begitu juga di Aceh Timur. Saya harap Pemerintah Aceh harus ikut menangani kerusaka ini bersama Pemerintah Kabupaten setempat. Hal ini sangat mendesak karena menyangkut kepentingan masyarakat,” ujar Tarmizi Panyang, dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co Rabu (23/12/2020).

Sebelumnya, persoalan tersebut juga telah disampaikan Tarmizi Panyang dalam rapat paripurna beberapa hari lalu, yang dihadiri Sekda Aceh Taqwallah mewakili Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Dalam paripurna tersebut, Ketua Fraksi Partai Aceh ini meminta Sekda agar meneruskan hal dimaksud kepada Gubernur agar penanganan kerusakan akibat banjir di Aceh Utara dapat ditangani dengan APBA.

“Kalau misalkan dua kabupaten itu mengandalkan APBK untuk menangani kerusakan-kerusakan fisik akibat banjir pasti tidak akan mampu dalam satu dua tahun. Oleh karena itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah dapat membantu penanganan kerusakan ini dengan menggunakan biaya tanggap darurat atau biaya tidak terduga pada tahun 2021. Saya berharap hal ini dapat ditanggapi oleh Pemerintah Aceh segera,” ucap Anggota Komisi IV DPRA tersebut.

“Kemudian yang tidak tertangani di tahun 2021 dapat dilanjutkan pada tahun 2022 dengan diusulkan dalam APBA murni,” tambah Tarmizi. []

Komentar

Loading...