Sekilas Info

Tekad Adi Laweueng Menuju Parlemen Banda Aceh

Suadi Sulaiman yang akrab disapa Adi Laweueng bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPRA-PA) Muzakir Manaf (Mualem). [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Politisi Partai Aceh Suadi Sulaiman atau yang akrab disapa Adi Laweueng, mencalonkan diri sebagai Caleg DPRK Banda Aceh untuk Daerah Pemilihan 3 Ulee Kareng - Syiah Kuala pada Pemilu 2019. Mantan Juru Bicara Partai Aceh ini bertekad menyelesaikan berbagai persoalan di Banda Aceh yang nantinya akan diperjuangkan di parlemen.

Berikut petikan wawancara wartawan AcehOnline.co Reza Gunawan dengan Adi Laweueng pada Kamis, 28 Maret 2019, terkait pencalonannya menuju Parlemen Banda Aceh:

Apa alasan Adi Laweueng maju sebagai Caleg DPRK Banda Aceh?

Saya sudah hampir enam tahun berdomisili di ibu kota Aceh ini. Kiprah politik saya pun belakangan ini lebih banyak di sini bersama teman-teman di Banda Aceh, baik yang satu partai maupun dengan teman-teman lain dari berbagai komunitas. Sehingga saya memutuskan untuk maju di Banda Aceh, tentunya ini juga persetujuan dari unsur Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh.

Sebelumnya Adi Laweueng pernah menjabat sebagai Anggota DPRK Pidie periode 2019-2014, mengapa tidak kembali maju di Kabupaten Pidie?

Saya selaku salah satu kader partai tetap menerima keputusan dan instruksi partai. Pada prinsipnya saya siap maju di daerah mana pun dalam pemilihan legislatif tahun 2019 ini atas dasar perintah partai.

Apa program yang akan diperjuangkan jika diberikan kepercayaan oleh masyarakat di DPRK Banda Aceh nantinya?

Ada beberapa program yang Insya Allah akan saya lakukan di Banda Aceh ini, jika nantinya saya terpilih sebagai salah satu anggota DPRK Banda Aceh periode 2019-2024.

Memang, selama tahapan saya mensosialisasikan diri kepada calon konstituen selama ini, terutama dalam daerah pemilihan 3 (Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng) tidak memberikan janji apapun kepada mereka. Namun, saya tetap akan kembali kepada konstituen untuk membahas berbagai program bersama masyarakat yang nantinya akan saya perjuangkan program-program keinginan masyarakat itu nantinya.

Secara riil, barangkali saya bisa mengatakan bahwa, yang pertama sikap saya adalah nothing to lose (tindak memberikan janji dan harapan yang tidak pasti kepada masyarakat). Cuma, harapan saya, ketika saya ada dan menjadi bagian langsung dari masyarakat yang bersuara, saya berharap akan terjadi perubahan yang lebih baik.

Persoalan di Banda Aceh yang menjadi prioritas yang harus diperjuangkan di parlemen nantinya?

Jika Insya Allah nantinya saya terpilih menjadi salah satu anggota DPRK Banda Aceh, kita akan perjuangkan beberapa hal penting yang bersifat menyeluruh selain dari program untuk daerah pemilihan saya.

Secara menyeluruh misalnya, kita akan memperjuangkan pelestarian komplek Tgk. Syiah Kuala dan wisata family (keluarga), pendampingan para petani tiram dan produksi pangan tiram di kawasan Syiah Kuala, pengembangan dan pendampingan home industry (usaha rumah tangga) dalam Kecamatan Ulee Kareng.

Selanjutnya pelestarian adat, budaya dan situs sejarah yang ada dalam kawasan kota Banda Aceh, penertiban kinerja satuan pemerintahan, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan yang sampai hari masih ada kesenjangan.

Bagaimana pandangan Adi Laweung soal kinerja para wakil rakyat di DPRK Banda Aceh selama ini?

Alhamdulillah, kinerja kawan-kawan DPRK Banda Aceh yang sedang berjalan ya bagus lah.

Optimis akan meraih kemenangan nantinya pada 17 April mendatang?

Insya Allah, kita optimis dalam kontestasi pileg 2019 ini. Saya beserta tim di lapangan terus melakukan konsolidasi-konsolidasi dengan berbagai stakeholder di lapangan. Dan Alhamdulillah, tim saya di lapangan sangat kompak antara satu sama lain. Saya salut kepada kawan-kawan di lapangan.

Harapan kepada masyarakat menjelang Pemilu 2019 ini dan jika nantinya diberikan amanah sebagai wakil rakyat?

Harapan saya kepada calon pemilih, untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak untuk golput. Dalam hal memberikan dukungan suara, ya tentunya harus terlebih dahulu mengenali calon yang dipilih. Karena, salah dalam memberikan suara akan membuat kerugian rakyat lima tahun ke depan. Intinya, tetap kita menjaga pemilu damai. []

Komentar

Loading...