Terkait Saran Bahas Wagub Pengganti, Demokrat Aceh: Jangan Terburu-buru

Wakil Ketua DPD Demokrat Aceh, Dalimi. [Foto: RRI]

BANDA ACEH – Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Dalimi, menilai persoalan diskusi partai pengusung Irwandi-Nova untuk membahas wakil gubernur Aceh pengganti harus terlebih dahulu menunggu adanya putusan hukum tetap atau inkrah terkait vonis pengadilan terhadap Irwandi Yusuf.

“Kita harus sepakat dulu. Artinya menunggu hukuman Pak Irwandi inkrah lah. Alangkah lebih baiknya, kita tidak perlu terburu-buru untuk bicara masalah wakil gubernur,” kata Dalimi kepada acehonline.co, saat dihubungi Senin sore (13/1/2020), terkait saran Ketua Umum DPP PDA Muhibussabri atau Abi Muhib yang menyarankan partai pengusung Irwandi-Nova berdiskusi untuk membahas wagub pengganti.

Dalimi menjelaskan, setelah putusan hukum Irwandi Yusuf inkrah, baru nantinya partai pengusung membahas wakil gubernur pengganti untuk mendampingi Nova Iriansyah jika ditetapkan sebagai gubernur Aceh defenitif.

“Ini saya bicara dalam konteks partai pengusung. Ya silakan saja partai pengusung untuk duduk nantinya,” ujar Dalimi.

Namun terkait persoalan ini, Dalimi juga menilai, semua itu tergantung pada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Pak Plt cukup kekuatan nggak sendiri dia (menjalankan roda pemerintahan Aceh),” ungkapnya.

Dalimi mengakui Plt gubernur Aceh sempat mengutarakan dirinya lelah sendiri dalam memimpin Aceh, namun terkait hal itu Dalimi menilai Nova tetap berharap dan menunggu adanya putusan hukum tetap terhadap Irwandi Yusuf.

“Pak Nova artinya perlu menghormati putusan hukum. Yang namanya proses hukum tidak boleh ada intervensi. Jadi kita tidak tau apakah nantinya Pak Irwandi bisa bebas atau tidak, semuanya menunggu proses hukum. Jadi Pak Plt mungkin juga berharap Pak Irwandi tidak dihukum (bebas). Atau jika ada putusan hukum sudah inkrah, beliau juga berharap dapat segera diproses supaya ada ada pendamping beliau juga, mungkin gitu,” kata Dalimi.

Baca juga: Soal Wakil Gubernur Pengganti, PDA Sarankan Partai Pengusung Irwandi-Nova Berdiskusi

Namun terkait saran PDA, Dalimi menilai itu merupakan hal yang wajar, dikarenakan PDA juga merupakan salah satu satu partai pengusung Irwandi-Nova.

“Ya kalau memang mau duduk dan melakukan hubungan (poltik), baik dalam rangka membahas wakil gubernur, ya mari kita duduk, nggak apa-apa. Namun itu setelah semua sepakat antar seluruh partai pengusung,” ungkap Dalimi.

“Namun secara partai (demokrat) saya juga kan harus duduk dulu sesama internal pengurus,” tambahnya.

Baca juga: Menelisik Calon Pendamping Nova

Sejauh ini, Dalimi menambahkan, DPD Partai Demokrat Aceh belum membahas sedikit pun terkait wagub pengganti.

“Belum sama sekali dan memang tidak pernah membicarakan hal itu. Kami sudah sepakat dari awal, bahwa semuanya menunggu proses (hukum) Pak Irwandi selesai. Jadi kami harap semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Namun, Dalimi mempersilakan partai-partai politik lain pengusung Irwandi-Nova jika memiliki langkah-langkah yang baik ke depannya, jika berkeinginan untuk membahas wakil gubernur pengganti.

“Secara formal maupun informal saya kira boleh-boleh saja lah duduk, tidak masalah. Tapi bagi kami Demokrat, ya tunggu inkrah lah,” tegasnya. []

Komentar

Loading...