Tgk Muharuddin: Maraknya Kasus Narkoba Telah Mengotori Aceh

Anggota DPRA Tgk Muharuddin saat membuka acara Sosialisasi dan Pencegahan Narkoba untuk Aparat Desa di Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

LHOKSEUMAWE - Anggota DPR Aceh Tgk. Muharuddin mengatakan Aceh yang merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam saat ini telah dikotori oleh maraknya kasus-kasus narkoba.

"Setahun terakhir, Kepolisian telah menggagalkan puluhan kilogram sabu yang beredar di Aceh Utara. Ini menjadi keprihatinan kita bersama, khususnya di Aceh yang merupakan daerah islam dan memiliki kearifan lokal, tetapi hari ini Aceh dikotori oleh kasus-kasus narkoba," kata Tgk. Muharuddin saat membuka acara Sosialisasi dan Pencegahan Narkoba untuk Aparat Desa di Aceh Utara yang digelar Badan Kesbangpol Aceh bekerjasama dengan Wartawan Cegah Narkoba Aceh (Wacana), Selasa (12/3/2019), di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe.

Tgk Muharuddin menjelaskan, narkoba merupakan musuh bersama, yang hari ini menjadi musuh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Narkoba, menurutnya, tidak mengenal usia dan status sosial, yang hari ini telah merambah sekala lini, mulai dari pejabat hingga santri.

"Pemberantasan narkoba, tidak hanya menjadi tanggungjawab dan dibebankan kepada kepolisian. Tetapi, persoalan ini harus menjadi tanggungjawab semua pihak di Aceh, khususnya aparatur gampong, untuk menjaga daerahnya terbebas dari narkoba," ungkap politisi Partai Aceh ini.

Tgk Muharuddin saat menghadiri acara pembukaan Sosialisasi dan Pencegahan Narkoba untuk Aparat Desa di Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Guna melakukan upaya pencegahan narkoba, Tgk. Muharuddin mengatakan dirinya bersama para wartawan berupaya untuk menggelar kegiatan sosialisasi tersebut, guna membentengi generasi gampong-gampong dan generasi muda Aceh dari bahaya narkoba.

"Maka dari itu, saya berharap dari acara ini nantinya akan terbentuk satgas untuk pencegahan narkoba, baik di tingkat kecamatan hingga gampong-gampong, sehingga memudahkan pihak kepolisian untuk mengatasi persoalan narkoba yang ada di Aceh," harapnya.

Sementara itu Kapolres Aceh Utara, AKBP AKBP Ian Rizkian Milyardin, dalam sambutannya berharap arapat desa dan masyarakat dapat memberi informai kepada kepolsian terkait peredaran maupun pengguna narokoba, sehingga dilakukan penindakan.

"Aparat gampong maupun masyarakat diharapkan tidak mengambil tindakan sendii jika mendapat informasi. Karena dalam beberapa kasus narkoba yang kami tangani selama ini, terdapat pihak-pihak yang menyalahgunakan (memiliki) senjata api. Ada beberapa senjata laras panjang dan laras pendek yang kami dapati dari pelaku narkoba ini," ungkap Kapolres.

"Kami tidak ingin aparat desa ataupun masyarakat yang ingin desanya terbebas dari narkoba namun menjadi korban dari para pelaku narkoba. Untuk itu, beri saja informasi kepada kami, supaya dapat dilakukan penindakan," tambahnya. [Reza Gunawan]

Komentar

Loading...