Tokoh Masyarakat Mutiara Dukung Dahlan Jamaluddin ke DPRA

Caleg DPRA dari Partai Aceh Dahlan Jamaluddin saat bersilaturrahmi dengan warga Kecamatan Mutiara, Pidie. [Foto: Istimewa]

PIDIE – Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie menyatakan dukungannya kepada Dahlan Jamaluddin sebagai perwakilan masyarakat setempat untuk kursi DPRA dari Partai Aceh Dapil II meliputi Pidie dan Pidie Jaya di Pemilu 2019. Hal tersebut disampaikan Jamaluddin Usman, mantan Imum Mukim setempat saat menggelar pertemuan antara perwakilan se-Kecamatan Mutiara dengan Dahlan Jamaluddin Caleg DPRA Partai Aceh nomor urut 5.

“Setelah mengkaji dan mennelaah, saya bersama perwakilan masyarakat Kecamatan Mutiara memutuskan mendukung dan bekerja untuk H. Dahlan Jamaluddin. Mudah-mudahan, dan kami yakin Insya Allah Haji Dahlan akan lolos ke gedung DPRA untuk periode 2019-2023.”” kata Jamaluddin dalam sambutannya dihadapan 200-an masyarakat yang hadir oada pertemuan yang berlangsung di Gampong Gajah, Selasa, (2/4/2019).

Selain menyatakan dukungan, pada kesempatan tersebut Jamaluddin juga menyampaikan harapan-harapan sekiranya H. Dahlan Jamaluddin nanti terpilih kembali menjadi anggota legeslatif daerah pemilihan Pidie-Pidie Jaya.

“Yang paling penting kita berharap, pertemuan seperti ini tidak hanya dilangsungkan saat masa kampanye. Jika nanti kembali terpilih, kami masyarakat sangat berharap agar Haji Dahlan bisa datang dan mengadakan silaturrahmi seperti ini, agar masyarakat dapat menyampaikan langsung aspirasinya kepada anggota dewan yang telah dipilih,” harapnya.

Caleg DPRA dari Partai Aceh Dahlan Jamaluddin saat bersilaturrahmi dengan warga Kecamatan Mutiara, Pidie. [Foto: Istimewa]
Sementara itu Dahlan Jamaluddin menyampaikan rasa terimakasih atas undangan silaturrahmi bersama perwakilan masyarakat se-Kecamatan Mutiara. Pada kesempatan tersebut H. Dahlan menjelaskan bahwa pemilu legeslatif di Aceh memiliki perbedaan dengan daerah lain.

Di daerah lain di Indonesia para anggota dewan hanya berkutat pada kepentingan pembangunan daerah. Sedangkan Aceh sebagai daerah yang memiliki kewenangan khusus pasca perang 30 tahun, para anggota dewan juga dituntut untuk mewujudkan kepentingan ideologi ke-Acehan sebagai turunan dari hasil perjanjian MoU Helsinki.

“Dan hari ini, mau diakui atau tidak, hanya Partai Aceh yang konsisten memperjuangkan kedua kepentingan tersebut. meskipun sampai sekarang ada banyak turunan dari MoU belum terealisasi,” kata H. Dahlan sembari menambahkan bahwa visi serta misi Partai Aceh hingga saat ini hingga kapanpun tidak akan pernah berubah, untuk memperjuangkan butir-butir kesepakatan damai, dan memperjuangkan peningkatan pembangunan Aceh.[]

Komentar

Loading...