Wakil Ketua dan Anggota DPRA Temui Warga Aceh yang Ditahan Karena Tewaskan Preman Medan

Anggota DPRA saat menemui tiga warga Aceh yang ditahan karena terlibat perkelahian dan menewaskan Preman Medan. [Foto: Istimewa]

MEDAN - Wakil Ketua DPRA Safaruddin dan Anggota DPRA Wahu Wahab Usman menemui tiga warga Aceh penjual mie di Medan yang ditahan polisi karena terlibat perkelahian hingga menewaskan seorang preman Medan.

Ketiga warga Aceh yang ditemui anggota DPRA itu yakni Mahyudi (38) yang merupakan pemilik usaha warung mie dan dua karyawannya, Mursalin (32) dan Agussalim (32). Pertemuan itu berlangsung di ruang Satreskrim Polrestabes Medan, Senin (11/2/2020).

"Kehadiran DPRA ini sebagai bentuk keprihatinan dan ingin membesuk para warga Aceh yang menjadi tersangka, sekaligus melihat proses hukumnya berjalan secara baik dan tidak diskriminatif,” ungkap Safaruddin dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Selasa (11/2/2020).

Dalam kunjungan itu, Safaruddin mengatakan, dirinya bersama Wahyu Wahab selaku anggota legislatif di Aceh meminta penegak hukum untuk profesional dan proporsional dalam menangani kasus tersebut .

"Dengan harapan mereka bisa mendapat keringanan dengan pertimbangan-pertimbangan hukum dari peristiwa tersebut," ujarnya,

Safaruddin juga meminta pihak-pihak manapun, untuk tidak mempolitisir kejadian tersebut ke ranah politik ataupun SARA (Suku Agama, Ras dan Antar Golongan).

"Ini murni insisdental saja," ungkap Safaruddin.

Selain itu, kunjungan tersebut dilakukan juga untuk memastikann warga Aceh di Medan merasa aman dan nyaman untuk beraktifitas investasi atau lainnya, dengan tidak terpengaruh dengan peristiwa tersebut.

"Dan pak kapolres pun memberikan ruang bagi siapa saja warga yang di Medan, baik orang Aceh dan lainnya bisa melaporkan jika terjadi ancaman kriminalitas ke pos-pos polisi terdekat," ungkap Safaruddin.

Seperti diketahui tiga warga Aceh yang menjual Mie Aceh di Medan ditetapkan tersangka atas kasus tewasnya preman Medan. Preman itu tewas setalah terlibat perkelahian dengan warga Aceh di tempat usaha Mie Aceh mereka.

Perkelahian tersebut terjadi akibat preman Medan yang diketahui bernama Jerry itu memecahkan kaca steling warung Mie Aceh dan mengancam para karyawan warung dengan parang. [Parlementaria]

Komentar

Loading...