WALHI Aceh Desak DLHK Audit Lingkungan PT PIM Terkait Dugaan Pencemaran Limbah

Dugaan pencemaran limbah di area Pelabukan Krueng Geukuh. [Dok. Walhi Aceh]

BANDA ACEH - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh untuk melakukan audit lingkungan PT PIM, terkait dugaan pencemaran limbah di area Pelabuhan Krueng Geukuh.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Aceh, Muhammad Nur, Rabu (2/12/2020), mengatakan pihaknya menilai audit tersebut penting dilakukan, guna memastikan sumber dan faktor penyebab terjadinya pencemaran yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Selain itu, kata M. Nur, audit lingkungan juga untuk memastikan tingkat kerugian yang ditimbulkan, baik kerugian lingkungan maupun sosial masyarakat yang terdampak.

"Kasus pencemaran limbah yang diduga bersumber dari PT PIM bukanlah kasus baru yang dikeluhkan oleh masyarakat sekitar, tapi kasus serupa telah terjadi secara berulang," ujarnya.

Dugaan pencemaran limbah di area Pelabukan Krueng Geukuh. [Dok. Walhi Aceh]
Menurutnya, jika kemudian hasil audit ditemukan adanya fakta pelanggaran hukum, maka PT PIM harus bertanggungjawab dan melakukan rehabilitasi/perbaikan lingkungan yang rusak atau tercemar.

"Berdasarkan pengakuan warga, kasus ini terjadi pada tanggal 1 Desember 2020 dimana kondisi air di area pelabuhan berubah menjadi keruh, berbau, dipenuhi endapan bubuk putih, serta ditemukan sejumlah ikan mati. Kondisi ini telah berdampak terhadap aktifitas nelayan dan masyarakat sekitar," sebutnya. []

Komentar

Loading...