Wali Nanggroe: Aceh Punya Modal Besar untuk Mengembangkan Olahraga

Wali Nanggroe Aceh saat menerima kunjungan Tim Sepakbola PON Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Senin sore (26//10/2020). [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar mengatakan bangsa Aceh memiliki modal awal yang besar dalam mengembangkan prestasi olahraga. Modal yang dimaksud adalah jiwa semangat tinggi dan pantang menyerah.

Hal itu dikatakannya saat menerima kunjungan Tim Sepakbola PON Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Senin sore (26//10/2020). Kedatangan tim yang dipimpin oleh Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar tersebut dalam rangka melaporkan perkembangan prestasi cabang sepakbola Aceh, dan meminta petunjuk untuk persiapan menghadapi PON XX tahun 2021 di Papua, serta berdiskusi tentang kiat-kiat memajukan olahraga Aceh ke depan, khususnya cabang sepakbola.

“Mereka ini (Tim Sepakbola) adalah peraih medali emas pada Porwil Bengkul tahun 2019, yang sekarang di bawah binaan KONI Aceh dalam program Pemusatan latihan,” lapor Abu razak—sapaan akrab Kamaruddin Abu Bakar—kepada Wali Nanggroe.

“Alhamdulillah, Porwil lalu, sepakbola Aceh merajai Sumatera,” tambah Abu Razak yang didampingi pengurus KONI Aceh Zahirsyah Oemardai dan M Amsar.

Lebih lanjut Zahir menjelaskan, prestasi tertinggi sepakbola Aceh terakhir kali dicapai saat PON XIII tahun 1993 di Jakarta. Saat itu Aceh masuk ke babak final, namun akhirnya kalah dari Papua. Selain itu, Sepakbola Aceh juga absen di ajang PON selama satu dasawarsa, dan akhirnya kembali merebut tiket pada Porwil tahun 2019 di Bengkulu.

Pada kesempatan tersebut, Pelatih Tim Sepakbola PON Aceh, Muhklis, memperkenalkan satu persatu nama, asal daerah dan posisi dari 25 pemain yang tergabung dalam tim.
“Semuanya adalah pemain lokal. Yang paling muda kelahiran tahun 2000, dan yang paling tua kelahiran tahun 1997,” kata Muhklis.

“Tahun depan akan bergabung juga pelatih nasional asal Aceh, Fachri Husaini,” tambah Muhklis.

Menanggapi penyampaian dari KONI Aceh dan Tim Sepakbola PON Aceh, Wali Nanggroe menyatakan rasa bangga dan haru atas prestasi yang diraih pada Porwil Sumatera tahun lalu.

Pada kesempatan tersebut Wali Nanggroe bertanya tentang peta kekuatan sepakbola Indonesia, dan jumlah tim yang akan berlaga di PON Papua nantinya. Dari diskusi tersebut Wali Nanggroe mendapat informasi bahwa sejauh ini Jawa Timur adalah tim yang diunggulkan. Dan di PON Papua nantinya, Aceh akan bersaing dengan 12 provinsi dari seluruh Indonesia.

“Kita sudah berhasil menjadi raja di Sumatera, bukan hal mustahil jika kita juga akan menjadi raja se-Indonesia,” kata Wali Nanggroe, sembari menambahkan bahwa ia menyakini hasil dicapai pada Porwil Sumatera tahun lalu tidak terlepas dari semangat dan kekompakan yang dibangun di Tim Sepakbola Aceh.

Wali Nanggroe kemudian mengingatkan tentang sejarah perang Aceh yang tidak pernah mampu diredam oleh musuh, baik dari masa Portugis, Belanda, Jepang, hingga konflik antara Republik Indonesia dengan GAM pada medio 1976 hingga 2005.

“Aceh tidak pernah kalah. Dan apa yang dapat kita petik dari sejarah itu semua? Bahwa bangsa Aceh memiliki semangat juang, taktik, dan IQ yang tinggi,” jelas Wali Nanggroe.

“Anda semua adalah cucu-cucu dari indatu para pejuang Aceh di masa lalu. Saya yakin, semangat yang sama yang dimiliki oleh indatu kita, ada pada diri Anda semua.”

Begitu pula dalam olahraga, Wali Nanggroe mengingatkan agar semangat tersebut dapat diterapkan saat latihan dan saat pertandingan. Dalam bermain, sepakbola selalu ingat akan kebesaran semangat bangsa Aceh.

“Medali emas di tempat matahari terbit (Papua) kita bawa pulang ke tempat matahari tenggelam (Aceh). Apakah siap? tanya Wali Nanggroe, yang disaut “Siap!” secara serentak oleh Tim Sepakbola Aceh. Di akhir pertemuan, Wali Nanggroe mengingatkan kepada seluruh tim baik pemain dan pelatih untuk menjaga kesehatan, dan menjaga seluruh anggota tubuh agar tetap prima. []

Komentar

Loading...