Wilayah Zona Merah Covid-19 di Aceh Berkurang, Pasien Sembuh Bertambah 76 Orang

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), mengatakan wilayah Zona Merah Covid-19 berkurang di Aceh.

"Pada 6 September 2020 lalu, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Besar dan Banda Aceh, merupakan zona merah dan memiliki risiko tinggi peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Kini Banda Aceh dan Aceh Barat keluar dari zona merah menjadi zona orange," kata SAG berdasarkan publikasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional pada laman covid19.go.id/peta-risiko, Rabu (16/9/2020).

“Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional melakukan analisis terhadap indikator epidemiologis, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan, di Kota Banda Aceh dan Aceh Barat berdasarkan data per 13 September 2020, dan keduanya menjadi zona orange dengan risiko sedang peningkatan kasus Covid-19,” jelas SAG.

Selain Banda Aceh dan Aceh Barat, SAG juga menjelaskan, kondisi yang kian membaik juga terjadi di Aceh Timur.

"Sebelumnya Aceh Timur merupakan zona orange dan sekarang menjadi zona kuning. Di zona kuning, berdasarkan peta zonasi risiko, tingkat risiko peningkatan kasus Cavid-19 menjadi rendah," ungkapnya.

Sedangkan Gayo Lues yang sebelumnya zona kuning, lanjut SAG, menjadi orange. Kemudian Sabang sebelumnya zona orange menjadi zona merah.
"Sedangkan Aceh Jaya dan Aceh Besar masih zona merah, sebagaimana rilis Satgas Covid-19 pada 6 September 2020 yang lalu," ujarnya.

Sementara itu terkait peta lengkap Zonasi Risiko di Aceh, kata SAG, Zona Kuning hanya Aceh Timur. Zona Merah meliputi Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Kota Sabang. Sedangkan 19 kabupaten/kota lainnya, merupakan Zona Orange, yakni memiliki risiko sedang peningkatan kasus Covid-19.

“Sebelumnya Aceh Tenggara dan Gayo Lues masih zona kuning. Kini keduanya menjadi orange. Tinggal Aceh Timur yang zona kuning. Kita berharap kondisi di Aceh Timur kian membaik dan menjadi zona hijau pada minggu depan,” harap SAG.

Kasus Covid-19 Aceh

Selanjutnya SAG melaporkan penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 95 orang, sehingga secara akumulatif Covid-19 Aceh menjadi 3.126 orang, per 16 September 2020.

"Rinciannya, sebanyak 2.235 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau melakukan isolasi mandiri, 776 orang dinyatakan sembuh, 115 orang meninggal dunia," ungkap SAG.

Kasus-kasus baru yang dilaporkan hari ini, SAG menjelaskan, meliputi warga Aceh Besar sebanyak 48 orang, Banda Aceh 40 orang, Aceh Barat dua orang, Pidie dan Kota Lhokseumawe masing-masing satu orang. Sisanya sebanyak tiga orang merupakan warga dari luar Aceh.

"Sementara pasien yang dinyatakan sudah sembuh berjumlah 76 orang yang meliputi warga Aceh Besar sebanyak 15 orang, Aceh Barat Daya, Sabang, Lhokseumawe, dan Subulussalam, masing-masing sembilan orang," paparnya.

Kemudian, lanjut SAG, warga Aceh Barat dan Gayo Lues masing-masing enam orang. Aceh Selatan empat orang, dan Langsa tiga orang. Pidie dan Aceh Jaya masing-masing dua orang. Sedangkan dua orang lainnya, satu warga Aceh Singkil dan satu orang lagi dari luar Aceh.

“Kita juga berduka atas meninggalnya 11 pasien Covid-19 di Aceh, yakni warga Kota Banda Aceh sebanyak tujuh orang dan warga Aceh Besar sebanyak empat orang,” ujar SAG.

Lebih lanjut SAG mengatakan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 30 orang, sehingga secara akumulasi menjadi 377 orang. Dari jumlah tersebut, 63 PDP dalam penanganan tim medis dan 299 telah sembuh dan 15 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah lima orang, sehingga secara akumulatif menjadi 2.702 orang.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.546 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 156 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19," tutup SAG. []

Komentar

Loading...