Zona Risiko Penularan Covid-19 di Aceh Berstatus Oranye

Wilayah Aceh dilihat dari satelit. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Satgas Covid-19 Nasional kembali merilis Zonasi Risiko Daerah, setelah seminggu absen. Hasil analisis data per 29 November 2020, Aceh berada di dalam rentang nilai 1.81-2.40, kategori risiko sedang atau zona oranye.

“Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Barat Daya yang dua minggu lalu masih berada di zona kuning, kini menjadi zona oranye,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media di Banda Aceh, Selasa sore (1/12/2020).

SAG menjelaskan, Satgas Covid-19 Nasional menghitung indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan di setiap kabupaten dan kota. Hasil penjumlahan nilai skoring dan pembobotan dikategorisasikan menjadi empat zona risiko.

Empak zona risiko tersebut masing-masing Zona Risiko Tinggi atau zona merah rentang nilainya 0 – 1,80, Zona Risiko Sedang atau zona oranye 1,81 – 2,40, Zona Risiko Rendah atau zona kuning 2,41 – 3,0, dan Zona Tidak Ada Kasus atau zona hijau.

“Zona hijau bila tidak tercatat kasus Covid-19 positif atau pernah terdapat kasus namun tidak ada penambahan kasus baru dalam 4 minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100 persen,” jelas SAG.

SAG menjelaskan, Kabupaten Aceh Barat Daya dan Aceh Tenggara yang sebelumnya masuk kategori zona kuning karena nilai skornya masing-masing 2,42 dan 2,43, kini hasil perhitungan skor dan bobot terbaru nilainya turun, masing-masing menjadi 2,4 dan 2,39.

Menurut SAG, meski sudah zona oranye, namun Aceh Barat Daya dan Aceh Tenggara memiliki peluang sangat besar untuk kembali meraih zona kuning pada pekan depan, karena nilainya masih mendekati rentang nilai zona kuning.

“Asalkan semangat semua lapisan masyarakat di sana tidak mengabaikan protokol kesehatan,” ungkap SAG.

SAG mengatakan, Aceh Selatan juga memiliki peluang besar naik kelas ke zona kuning dengan nilai skor saat ini 2,38. Sedangkan batas bawah rentang nilai zona kuning 2.41-3,0. Sebaliknya, Aceh Singkil dan Simeulue nilai sko-nya masih di bawah rata-rata Aceh 2,07, dan sangat dekat dengan zona merah.

Menurut SAG, informasi peta zonasi risiko daerah ini penting diketahui untuk merawat semangat Satgas Covid-19 kabupaten/kota meningkatkan tracing, testing, dan treatment.

“Sementara itu, setiap lapisan tetaplah disiplin dan konsisten menjalankan 3 M, yakni menjaga jarak dan menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan sesering mungkin di bawah air yang mengalir, sekurang-kurangnya selama 20 detik,” imbaunya.

Kasus kumulatif Covid-19 Aceh

Selanjutnya, Juru Bicara Covid-19 Aceh itu melaporkan kasus akumulatif Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan pada 27 Maret 2020 silam. Jumlah akumulatif kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 8.301 orang. Penderita yang dirawat saat ini 1.034 orang, sembuh 6.948 orang, dan 319 orang meninggal dunia.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 9 orang yang meliputi warga Banda Aceh sebanyak 3 orang, Aceh Tenggara dan Aceh Tengah masing-masing 2 orang, serta Bireuen sebanyak 1 orang. Satu orang lainnya warga dari luar daerah Aceh.

Sementara itu, jumlah penderita positif Covid-19 yang dilaporkan sembuh sebanyak 34 orang, meliputi warga Kota Langsa sebanyak 18 orang, Lhokseumawe dan Aceh Tengah masin-masing 6 orang, serta 4 orang warga Aceh Tamiang.

“Tidak ada penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia hari ini,” kata SAG.

Lebih lanjut, Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi saat ini sebanyak 590 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 28 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 511 sudah selesai isolasi, dan 50 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini, SAG juga menjelaskan, telah mencapai 4.297 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.153 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 129 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 15 orang isolasi di rumah sakit. []

Komentar

Loading...