Bertambah 6.189, Total Kasus Covid-19 Capai 617.820 Orang

Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). [Foto: Kompas.com]

JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah berjalan lebih dari sembilan bulan, tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda pemerintah sudah berhasil menghentikan penularan. Ini terlihat dari masih terus bertambahnya pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Bahkan, dalam sehari jumlahnya masih bertambah di atas 6.000 orang.

Berdasarkan data pada Minggu (13/12/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat 6.189 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total kasus Covid-19 yang ada di Indonesia hingga saat ini berjumlah 617.820 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Minggu sore. Data juga bisa diakses oleh publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id dengan update yang tersedia setiap sore.

Pasien sembuh dan meninggal

Meski pemerintah belum dapat menghentikan penularan virus corona, namun harapan tumbuh dengan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh.

Dalam sehari, ada penambahan 4.460 pasien Covid-19 yang sembuh. Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan laboratorium dengan metode polymerase chain reaction yang hasilnya negatif virus corona. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh ada 505.836 orang sejak awal pandemi.

Akan tetapi, masih ada kabar duka dengan penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 12-13 Desember 2020, ada 166 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia hingga saat ini berjumlah 18.819 orang.

Dengan data tersebut, maka saat ini tercatat ada 93.165 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Kasus aktif adalah para pasien yang masih dinyatakan positif virus corona dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri. Selain itu, pemerintah juga mengumumkan ada 63.598 orang yang saat ini berstatus suspek. []

Komentar

Loading...