Bertambah 6.982, Positif Corona di Indonesia Kini Berjumlah 664.930 Kasus

Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). [Foto: Kompas.com]

JAKARTA - Jumlah kasus baru harian virus Corona di Indonesia, per Minggu (20/12/2020), bertambah 6.982 kasus. Dengan begitu secara keseluruhan, akumulasi angka positif Covid-19 sejak virus menjejak di Indonesia pada awal Maret 2020 hingga kini mencapai 664.830 kasus.

"Penambahan kasus 6.982, total terkonfirmasi 664.930," demikian dikutip dari data Satgas Penanganan Covid-19.

Dari jumlah total itu, sebanyak 541.811 di antaranya dinyatakan sembuh. Sementara, kasus meninggal dunia bertambah mencapai 19.880 kasus.

Adapun penambahan kasus kematian harian pada Minggu (20/12) mencatatkan rekor dengan 221 orang meninggal terpapar Covid-19. Rekor sebelumnya sempat pula terdata pada 11 Desember dengan penambahan harian 175 kasus kematian.

Untuk jumlah suspek, per Minggu (20/12) hari ini mencapai 66.702 orang dan jumlah spesimen yang diperiksa 48.134 unit.

Pada Sabtu (19/12), jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 657.948 kasus. Dari jumlah itu, 536.260 dinyatakan sembuh dan pasien meninggal berjumlah 19.659 kasus.

DKI Jakarta masih menempati urutan pertama, jumlah penambahan pasien positif corona dengan 1.899 kasus. Jumlah kumulatif pasien positif DKI Jakarta sebanyak 161.519 kasus.

Kemudian, diikuti Jawa Barat urutan kedua dengan penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.132 kasus sehingga total mencapai 72.896 kasus. Jawa Tengah di urutan selanjutnya dengan penambahan 998 kasus. Total kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah hingga kemarin mencapai 70.653 kasus.

Lonjakan kasus positif di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Pemerintah berupaya untuk menekan laju lonjakan kasus positif Covid-19 menjelang akhir tahun.

Pemerintah mewanti-wanti masyarakat agar tak bepergian selama libur akhir tahun. Pasalnya, momen libur panjang acap memicu peningkatan kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko dan membahayakan pelaku perjalanan lantaran tidak ada yang tahu dari mana virus penyebab Covid-19 berasal.

"Lonjakan kasus positif bukanlah hal yang patut diremehkan mengingat lonjakan kasus ini membawa dampak lanjutan lainnya seperti berkurangnya jumlah tempat tidur di isolasi maupun ruang ICU, di mana di beberapa daerah kapasitasnya sudah di atas 70 persen terisi," kata Wiku.

Dampak lanjutan lainnya, kata Wiku, bertambahnya tugas penanganan dari para petugas kesehatan, meningkatnya potensi penularan, dan naik pula korban jiwa akibat Covid-19.

Menurut dia, pemerintah saat ini sedang menyusun kebijakan perjalanan selama periode liburan panjang termasuk syarat testing bagi pelaku perjalanan menggunakan tes swab antigen yang diakui sebagai alat screening Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Internasional (WHO).

"Satgas menyadari beberapa bagian dari peraturan ini terkesan sulit dijalankan. Tapi masyarakat harus menyadari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan kasus Covid-19," ujar dia lagi. []

Komentar

Loading...