Empat Rumah Sakit Tampung Korban Kericuhan Aksi 22 Mei

Bekas sampah dan barang yang dibakar massa dalam aksi 22 Mei di Jakarta. [Foto: CNN Indonesia]

JAKATRA - Sedikitnya empat rumah sakit di Jakarta menampung ratusan korban bentrok yang terjadi dalam aksi 22 Mei di sejumlah tempat. Keempat rumah sakit adalah RSCM, RS Pelni, RSUD Tarakan, dan RS Budi Kemuliaan.

Para korban yang dirawat di rumah sakit rata-rata mengalami luka akibat lemparan benda tumpul dan gas air mata.

Seperti dilaporkan Antara, pihak RSCM hingga Rabu malam (22/5/2019) tercatat sudah menangani 16 korban bentrokan di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat.

Pantauan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM hingga pukul 23.45 WIB tercatat ada 16 ambulans dari berbagai instansi yang masing-masing membawa korban bentrokan.

Hampir semua korban yang dievakuasi ke RSCM menderita sesak nafas akibat menghirup gas air mata.

Beberapa korban bentrokan bahkan harus dibawa ke ruang dekontaminasi agar tidak membawa residu gas air mata ke dalam ruang IGD.

Sementara di RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, telah merawat 151 korban bentrok. Korban adalah massa yang bentrok dengan aparat keamanan di sekitar Tanah Abang, Jalan Thamrin dan Petamburan.

Berdasarkan pantauan sekitar pukul 21.00 WIB, dua korban bentrok kembali dibawa ke RSUD Tarakan Jakarta menggunakan mobil ambulans salah satu partai politik untuk mendapatkan penanganan.

Petugas medis sudah bersiaga di instalasi gawat darurat (IGD) untuk segera memberikan penanganan begitu pasien tiba di RS tersebut.

Data para pasien korban bentrok yang ditangani RSUD Tarakan Jakarta dicatat di papan pengumuman yang ditempatkan di depan ruang IGD.

Direktur Rumah Sakit Pelni Jakarta dr Dewi Fankhuningdyah menegaskan pihaknya bersiaga untuk membantu masyarakat korban kericuhan aksi 22 Mei yang terkonsentrasi di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin.

Selain itu, pihaknya juga mempunyai mekanisme, dengan membuka layanan panggilan darurat, jika ada korban yang berada di sekitar rumah sakit.

"Kami tidak memperkenankan perawat yang shift sebelumya untuk pulang, sebelum personel baru datang," Dewi menegaskan.

Hingga Rabu (22/5) pukul 20.45 WIB, RS Pelni masih merawat 12 korban kericuhan dari 82 korban yang masuk.

Lihat juga: Seorang Bercadar dan Berpakaian Hitam Sempat Provokasi Polisi
Umumnya korban yang datang dengan luka-luka, baik luka tembak maupun luka akibat benturan.

Sementara di RS Budi Kemuliaan sejak Rabu dini hari hingga malam pukul 22.30 WIB tercatat telah menampung 139 korban bentrok.

"Sejak dini hari hingga malam ini, sebanyak 139 korban ditangani di sini," ujar Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Muhammad Rifky di Jakarta, Rabu malam.

"Korban semuanya merupakan peserta aksi demo, sebagian besar pulang, tidak ada korban dari aparat keamanan," imbuh Rifky.

Belum ada data valid terkait seluruh jumlah korban akibat peristiwa bentrok massa dan aparat yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta sejak Selasa (21/5) malam hingga Kamis (23/5) dini hari.

Untuk korban tewas, laporan dari Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri menyatakan ada enam orang yang meninggal dunia saat kerusuhan 22 Mei. Polri akan memastikan penyebab pasti tewasnya enam orang tersebut.

"Laporan dari Kapusdokes Polri ada 6 orang meninggal dunia. Ada yang kena tembak dan kena benda tumpul. Sedang kami pelajari," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu siang. []

Komentar

Loading...