Kasus Umpatan Idiot, Ahmad Dhani Divonis Hukuman Satu Tahun Penjara

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada musikus Ahmad Dhani Prasetyo, Selasa, 11 Juni 2019. Ketua majelis hakim R. Anton Widyopriyono dalam amar putusannya menyatakan Ahmad Dhani terbukti secara sah dan
meyakinkan bersalah melanggar Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE.

Vonis hakim tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yakni 1 tahun 6 bulan.

“Terdakwa terbukti mendistribusikan dan mentransmisikan dapat diaksesnya konten yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui akun instagramnya,” kata Anton.

Majelis berpendapat Ahmad Dhani dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisikan konten penghinaan sehingga membuat orang lain tersinggung, khususnya penyebutan kata idiot. Sebab, menurut penjelasan saksi ahli bahasa, kata idiot mengacu kepada orang yang memiliki IQ paling rendah.

elain itu, hakim juga melihat ucapan idiot dalam vlog Ahmad Dhani sengaja ditujukan kepada ratusan orang anggota Koalisi Elemen Bela NKRI yang pada 26 Agustus 2018 lalu mengepung Hotel Majapahit tempat pentolan Dewa 19 itu menginap.

“Tangan terdakwa mengarah ke luar hotel, meskipun tak menyebutkan nama,” katanya.

Hal-hal yang memberatkan putusan hakim ialah Ahmad Dhani tak menyesali perbuatannya, sedang menjalani hukuman dalam perkara ujaran kebencian di Jakarta serta sebagai calon legislator yang seharusnya mengerti hukum. Adapun hal yang meringankan selama persidangan Ahmad Dhani bersikap sopan dan kooperatif.

Menanggapi putusan hakim, jaksa penuntut Hari Basuki masih pikir-pikir. Adapun Ahmad Dhani menyatakan akan mengajukan banding. Sebab ia mengaku tak puas terhadap vonis yang diterima karena majelis hakim dinilai mengabaikan saksi ahli pembuat UU ITE Teguh Afriadi yang menyatakan harus ada subyek hukum yang menjadi korban.

“Bisa orang per orangan atau lembaga, sehingga tak mereka-reka ini salah atau tidak,” katanya. []

Komentar

Loading...