Menkopolhukam Sebut Senjata Ilegal Soenarko Berasal dari Aceh

Menkopolhukam, Wiranto. [Foto: Antara]

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memastikan Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal Soenarko, telah ditangkap oleh kepolisian.

Wiranto mengatakan, penangkapan ini awalnya bermula dari video yang beredar di media sosial. "Berkaitan dengan ucapan-ucapan beliau juga pada saat ada penjelasan kepada anak buahnya, yang terekam dan diviralkan," kata Wiranto, saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019.

Tak hanya terkait ucapannya. Wiranto mengatakan Soenarko juga diduga terindikasi memiliki hubungan dengan senjata ilegal yang berasal dari Aceh.

"Ada keterkaitan dengan adanya senjata gelap yang dari Aceh, yang kemudian diindikasikan, diduga, diminta oleh yang bersangkutan untuk sesuatu, maksud tertentu, yang kita tidak tahu," kata Wiranto.

Ia enggan merinci kasus terkait senjata api ini. Saat ini, Wiranto mengatakan polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Langkah kepolisian ini, disebut Wiranto merupakan bukti bahwa aparat penegak hukum dalam menindak pelanggaran.

"Di sini supaya kita lihat hitam putih, jangan dikaitkan dengan politik, pilpres, pemilu," kata Wiranto.

Senpi Ilegal yang Diamankan Jenis Senjata Serbu

Dilansir Detik.com, senjata ilegal yang diamankan dari Soenarko adalah senjata laras panjang M4 Carbine buatan Amerika Serikat. Senjata M4 ini biasa digunakan oleh tentara angkatan darat dan Korps Marinir AS.

Senapan serbu M4 diketahui memiliki laras 14,5 inci dengan peluru kaliber 5.56 milimeter dari magasin yang berisi tiga puluh peluru. Senjata tersebut memiliki mode semi otomatis dan dapat memuntahkan tiga butir peluru.

Dari penangkapan Soenarko, diamankan satu pucuk senjata laras panjang M4, 2 buah magasin, peredam suara (silencer), tali sandang, dan tas senjata. Menko Polhukam Wiranto membenarkan senjata yang diamankan dari politikus Gerindra tersebut berjumlah satu pucuk.

"Satu (pucuk). Tetapi menguasai senjata api berat ilegal tidak diizinkan, siapa pun. Itu ada hukumnya, ada undang undangnya, tidak mengada-ngada," ungkap Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Wiranto menambahkan Soenarko diduga menyelundupkan senjata dari Aceh. Ia menyebut senjata ilegal yang diselundupkan Soenarko ini berkaitan erat dengan isi pernyataan mantan orang nomor satu di Kopassus itu dalam video viral tersebut, yakni mengenai aksi 22 Mei. Atas ucapannya, Soenarko dilaporkan ke Bareskrim.

Jadi supaya tidak simpang siur ya, memang penangkapan dari Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko berkaitan dengan ucapan-ucapan beliau juga pada saat ada penjelasan kepada anak buahnya yang terekam dan diviralkan," sebut Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Saat ini Soenarko sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan POM Guntur. Dalam kasus tersebut, seorang personel TNI aktif berpangkat Praka juga turut diamankan. []

Komentar

Loading...