Positif Corona di Indonesia Bertambah 7.354 Kasus, Total Jadi 643.508

Petugas medis membawa peti jenazah pasien Covid-19. [Foto: Antara]

JAKARTA - Kasus baru positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 7.354 pada Kamis (17/12/2020). Dengan demikian akumulasi konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sejak pasien pertama diungkap pada awal Maret lalu adalah 643.508 kasus.

Dari akumulasi jumlah tersebut, sebanyak 526.979 kasus telah dinyatakan sembuh (tambah 4.995) dan 19.390 meninggal dunia (tambah 142).

Berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, per pukul 12.00 WIB hari ini di seluruh Indonesia tercatat ada 62.250 suspek dan sebanyak 60.629 spesimen diperiksa selama 24 jam terakhir.

Kasus Covid-19 sendiri telah tercatat di seluruh provinsi di Indonesia. Kasus konfirmasi positif Covid ini terdapat di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi sejauh ini.

Sehari sebelumnya, Rabu (16/12), akumulasi Covid-19 di Indonesia adalah 636.154 sejak awal Maret lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 521.984 telah sembuh dan 19.248 pasien yang meninggal dunia usai terinfeksi virus corona.

Imbauan terus disampaikan di berbagai kesempatan guna menekan laju penularan virus corona. Terutama saat hari libur yang mana masyarakat kerap bepergian ke tempat wisata yang tentu ramai dikunjungi orang.Pemerintah, hingga saat ini, masih terus mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Misalnya rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak satu sama lain, serta memakai masker dikenal pula dengan gerakan 3M.

Sejauh ini, pemerintah juga tengah mengupayakan pemberian vaksin. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah menyatakan bahwa pemerintah akan menggratiskan vaksin pada seluruh masyarakat Indonesia.

"Jadi setelah menerima masukan dari masyarakat dan setelah kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan vaksin Covid untuk masyarakat gratis," kata Jokowi dalam konferensi pers, Rabu (16/12).

Jokowi juga mengaku bakal menjadi orang pertama yang diberi vaksin. Dia ingin memberi kepastian kepada masyarakat bahwa vaksin yang diimpor pemerintah aman digunakan.

"Saya tegaskan lagi nanti saya yang akan menjadi penerima pertama vaksin, pertama kali untuk berikan kepercayaan, keyakinan masyarakat bahwa vaksin aman digunakan," ucap Jokowi. []

Komentar

Loading...