Usut Suap Romahurmuziy, KPK Periksa Mantan Sekjen Kemenag

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengenakan baju tahanan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka. [Foto: Tempo.co]

JAKARTA – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementeriaan Agama (Kemenag) yang juga guru besar Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Nur Syam, dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini.

Nur Syam dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag dengan tersangka mantan Ketum PPP, M Romahurmuziy (RMY). Dia diperiksa untuk proses penyidikan pria yang akrab disapa Romi itu.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ‎RMY," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).

Selain Nur Syam, tim penyidik juga memanggil tiga saksi lainnya. Ketiganya merupakan panitia pelaksana seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Ketiganya yakni, Septian Saputra, Fiestyo Imanta Santoso, serta Farah Yuliana. Mereka juga akan diperiksa untuk tersangka Romahurmuziy.

KPK telah menetapkan Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Kemudian, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Sebab, Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Pada tanggal 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq. []

Komentar

Loading...