Sekilas Info

Pemerintah Aceh Tegaskan Belum Terima Hasil Lab PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUDZA

Petugas medis RSUDZA Banda Aceh yang berada di ruang isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU) untuk pasien dalam pemantauan COvid-19 mengenakan pakaian khusus atau alat pelindung diri, Kamis (19/3/2020). [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (SAG) menegaskan pihak belum menerima hasil uji spesimen PDP berinisial AA (56 tahun) asal Lhokseumawe, yang meninggal di RICU RSUDZA Banda Aceh Senin (23/3) kemarin.

“Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh belum memperoleh hasil pemeriksaan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) RI di Jakarta,” kata SAG dalam keteranan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Rabu malam (25/3/2020).

Jubir Covid-19 Aceh ini membantah hasil laboratorium PDP AA itu sudah ada dan positif Covid-19, seperti yang beredar dalam pesan berantai hari ini.

“Kami belum terima hasil analisis laboratorium, dan status almarhum AA itu masih PDP. Kami belum bisa disimpulkan positif atau negatif Covid-19,” tegas SAG.

“Kami tidak tahu asal-usul isu yang beredar itu. Bila tidak jelas sumbernya anggap saja hoax, dan jangan panik," pungkas SAG.

Jumlah ODP di Aceh bertambah

Sementara itu, SAG menjelaskan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Aceh bertambah lagi sebanyak 23 orang dibandingkan data kemarin, Selasa (24/3/2020) pukul 15.00 wib.

“Kemarin ODP berjumlah 193 orang dan hingga pukul 16.00 wib, Rabu hari ini menjadi 216 orang,” jelasnya.

“Penambahan ini terjadi karena bertambahnya orang Aceh yang kembali dari daerah penularan lokal maupun daerah transmisi di luar negeri,” jelas SAG

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP), tambah SAG, jumlahnya masih sebanyak enam orang. Lima PDP dirawat di RICU RSUZA Banda Aceh, dan satu PDP lainnya di RSUD Cut Mutia Aceh Utara. []

Komentar

Loading...