Corona, Aceh dan Kealpaan Kita

Ketua Umum DPP PDA, Muhibbussabri A. Wahab. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

Oleh: Tgk. Muhibbusssabri A. Wahab (Abi Muhib)

Covid-19, atau lebih dikenal dengan Corona. Virus yang masih sangat muda tapi telah membunuh ribuan lebih masyarakat dunia, dan menginveksi puluhan ribu nyawa.

Rasa panik dan khawatir memang manusiawi, walau terkadang naluri hewani lebih mendominasi sebahagian besar kita dalam menghadapi virus ini; Menimbun makanan, memborong masker lalu menjual kembali dengan harga yang zalim, dan ragam prilaku negatif lainnya.

Praktik ini, mendeskripsikan kepada kita tentang Penyakit akhir zaman yang disabdakan Rasulullah SAW, yakni Al Wahn; Cinta Dunia dan Takut Mati". Kehadiran Corona telah menegaskan kepada kita, khususnya di Aceh bahwa ada sesuatu yang telah luput dari nurani dan sikap kita.

Kita lebih banyak berharap pada upaya medis, solusi medis semacam "rukun iman" yang harus "diyakini" bahwa peralatan medis canggih akan menyelamatkan kita dari Corona. Kita lupa, di negara-negara maju dengan alat medis mumpuni justru korban semakin banyak saat ini. Apa yang salah?

Saya ingat, ketika dulu di Aceh muncul wabah penyakit seperti Tha'un, hama yang menyerang tanaman, atau wabah kolera yang dulu pernah menyerang, kita selalu menengadah tangan memohon kepada Allah, melakukan khanduri Tulak Bala sebagai manifestasi sedekah yang mampu menghalau musibah. Walaupun, kita tidak lupa untuk berusaha secara duniawi, karena itu memang sebuah keniscayaan kita sebagai makhluk.

Hari ini, kita seperti lupa kepada sang Khaliq. Corona telah membuat kita alpa, bahwa ada peran Allah yang lebih besar dari segalanya. Saat ini, kita butuh Taubat Kolektif sebagai vaksin ampuh nan efektif, bukan sekedar untuk menggugurkan segala penyakit, tapi juga mampu meruntuhkan dosa-dosa.

Sampai saat ini, saya melihat hanya MPU Provinsi Aceh yang baru menyerukan Qunut Nazilah, dan baru-baru ini Plt. Gubernur Aceh juga telah menerbitkan Surat Edaran agar kita selalu menjaga Wudhu, Berzikir, beribadah dan bertaqwa kepada Allah sebagai salah satu upaya pencegahan.

Kita berharap, agar upaya-upaya ukhrawi ini tidak sebatas seremoni dan formalitas semata. Tapi, harus benar-benar menusuk keseharian kita, agar kita luput dari kealpaan bahwa Allah berada diatas segala-galanya.

Semoga, Wudhu dan ibadah kita menyelamatkan kita dari segala penyakit dan bahaya sebagaimana petunjuk Rasulullah SAW. Insya Allah, Amin.

Penulis adalah Ketua Umum DPP Partai Daerah Aceh (DPP-PDA).

Komentar

Loading...