Pentingnya Kebijakan Pecegahan Virus Corona di Aceh

Jummaidi Saputra. [Foto: Istimewa]

Oleh: Jummaidi Saputra, S.H.,M.H

Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan dua orang terifeksi virus corona telah meninggal dunia. Saat ini virus corona ini semakin mewabah ke Indonesia dan dapat mengintai siapa saja, dan daerah mana saja di Indonesia dan setiap harinya masyarakat yang terinfeksi terus bertambah.

Alhamdulillah khusus di Aceh dua orang Pasien yang suspect corona telah diumumkan negatif dari virus corona oleh Direktur Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

Walaupun dua pasien suspect corona tersebut negatif corona akan tetapi Pemerintah Aceh tidak boleh lalai dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan virus corona. Kita semua tahu semua virus corona ini telah banyak menelan korban dan mematikan beberapa kota di dunia seperti di Wuhan China dan beberapa kota lain. Serta mematikan perekonomian beberapa negara termasuk Indonesia.

Oleh sebab itu, Pemerintah Aceh melalui gubernur harus serius dalam pencegahan dan penanggulangan virus corona. sudah saatnya Gubernur Aceh mengeluarkan kebijakan terkait dengan pencegahan dan penggulangan virus corona.

Kebijakan ini akan berfungsi sebagai landasan dan pengendalian bagi seleuruh eleman masyarakat dan Pemerintah Aceh. Karena untuk saat ini belum ada hal-hal yang signifikan yang dilakukan Pemerintah Aceh dalam mencegah dan menaggulangi virus corona.

Terkesan Pemerintah Aceh hanya menyiapkan sarana prasarana bagi pasien yang terpapar dan sucpect corona saja, seperti penyiapan ruang isolasi di setiap Rumah Sakit, itu benar tapi itu upaya terkesan lebih difokuskan kepada orang terpapar dan suspect virus corona.

Banyak hal yang nantinya harus diatur dalam kebijakan Gubernur dalam upaya pencegahan. Misalnya, membuat sebuah pemetaan daerah-daerah rawan terinfeksi dari virus corona seperti Bandara, pelabuhan, terminal, dan pusat-pusat keramaian lainnya.

Selain itu pelayanan informasi yang terbuka dan mudah diakses masyarakat. Kemudian, dimanfaatkannya fungsi Pukesmas pada bagian penyuluhan untuk berperan aktif atau jemput bola terhadap masyarakat untuk terus memberikan informasi (pencegahan dan apa yang harus dilakukan bila terpapar virus corana) dan memberikan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap masyarakat wilayah pukesmas tersebut dan upaya-upaya lain sebagainya.

Dalam kebijakan tersebut juga harus menggambarkan hak dan kewajiban serta tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya kebijakan tersebut paling tidak membuat upaya pencegahan dan penanggulangannya terarah.

Kebijakan ini termasuk hal yang urgen dan dalam pencegahan dan penanggulangan virus corona di Aceh. Sebelum terjadi hal-hal buruk yang diakibatkan dari virus corona. Pada dasarnya segala sesuatu itu tidak ada yang tahu akan tetapi kita dapat mencegahnya. []

Penulis adalah pemerhati sosial dan hukum di Aceh

Email: jummaidisaputra.us@gmail.com

Komentar

Loading...