Hengkang dari Fraksi Demokrat, Anggota DPRA Hanura Gabung ke Fraksi Partai Aceh

Anggota DPRA dari Partai Hanura, Junedi. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Hanura, Junedi, keluar dari Fraksi Partai Demokrat dan bergabung ke Fraksi Partai Aceh.

Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin dalam sidang paripurna DPRA, Rabu siang (22/7/2020), menyampaikan perpindahan anggota DPRA dari Hanura tersebut ke Fraksi Partai Aceh berdasarkan surat dari DPD Hanura Aceh Nomor 029/DPD-Hanura/VII/2020 tertanggal 17 Juli 2020 perihal Perpindahan Fraksi.

Usai diumumkannya perpindahan fraksi anggota DPRA dari Hanura tersebut, Ketua Fraksi Demokrat HT Ibrahim melakukan intertupsi. Dia mempertanyakan surat dari Fraksi Demokrat yang tidak dibacakan di sidang paripurna tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan Sekwan dan meminta surat tersebut, Ketua DPRA lalu membacakan surat yang dilayangkan Fraksi Demokrat.

Dalam surat tersebut, Fraksi Demokrat menyatakan mengeluarkan keanggotaan Junedi (Partai Hanura) dari keanggotaan Fraksi Partai Demokrat DPRA.

Selain itu, dalam surat tersebut juga disebutkan Fraksi Demokrat mengeluarkan Junedi dari keanggotaan Komisi IV DPRA, yang diganti Anggota DPRA Fraksi Demokrat lainnya yakni Herman.

Anggota DPRA dari Partai Hanura, Junedi, kepada wartawan usai sidang paripurna mengatakan perpindahan dirinya dari Fraksi Partai Demokrat ke Fraksi Partai Aceh merupakan keputusan DPD Partai Hanura Aceh. Dirinya sebagai anggota partai, hanya menjalankan keputusan pimpinan partai.

“Di partai kan dda masing-masing ketua. Mungkin komunikasi antara pimpinan masing-masing partai kurang harmonis. Jadi kami sebagai anggota dewan, tidak bisa membiarkan sosok Ketua Partai kami yang tidak harmonis dengan koalisi,” ujarnya.

Ditanya mengapa pilihannya bergabung ke Fraksi Partai Aceh dan tidak bergabung ke fraksi lainnya, Junedi mengatakan hal itu tidak terlepas dari lobi-lobi politik.

“Di satu sisi kami sebagai anggota dewan yang bagian dari pemerintahan, namun di sisi lain kami juga berasal dari partai politik. Yang mana, kami berada di sini kan karena partai politik. Tentunya kami tidak terlepas dari kepentingan-kepentingan politik yang kami jalankan,” jelasnya.

Sementara itu ditanya soal apakah dirinya terdapat berbedaan pandangan politik atau kisruh saat berada di Fraksi Demokrat, Junedi menampik hal tersebut.

“Sesama anggota dewan dan sesama anggota Fraksi (Demokrat) ya akur-akur aja dan kami tidak ada masalah,” ungkap anggota DPRA asal Daerah Pemilihan 8 (Aceh Tenggaran-Gayo Lues) ini.

Sementara itu terkait dirinya telah dikeluarkan dari Komisi IV DPRA, Junedi mengatakan saat ini dia belum mengetahui penempatan selanjutnya, dikarenakan masih menunggu keputusan Fraksi Partai Aceh dalam menempatkan dirinya ke komisi yang baru.

“Saat ini kami belum tahu, masih menunggu keputusan selanjutnya dari Fraksi Partai Aceh,” kata dia.

Dengan bergabungnya anggota DPRA dari Hanura tersebut, Junedi menambahkan, Fraksi Partai Aceh di DPRA kini berjumlah 21 kursi, yang terdiri dari 18 kursi dari Partai Aceh, 1 kursi dari PKPI, 1 dari Partai SIRA, dan 1 kursi dari Partai Hanura.

“Kami sebagai anggota DPRA dan politisi tentunya jelas ke depan menaruh hararapan-harapan, itu tidak tidak bisa dinafikan. Dengan bergabungnya kami ke Fraksi Partai Aceh dapat lebih mudah atau kuat dalam bekerja untuk kepentingan-kepentingan masyarakat. Apalagi Fraksi Partai Aceh memiliki jumlah anggota terbanyak di DPRA,” tutupnya. []

Komentar

Loading...