Husin Banta Batal Jadi Calon Ketua Golkar Aceh, Nurlif akan Dipilih Secara Aklamasi

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aziz Syamsuddin. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Aceh telah resmi dibuka pada Rabu malam (4/3/2020), yang akan berlangsung hingga Kamis besok di Hesmes Palace Hotel Banda Aceh. Namun sebelum pemilihan ketua Golkar Aceh dilakukan, T. Husin Banta yang sebelumnya menyatakan maju sebagai calon ketua, batal untuk maju dan diperkirakan Musda tersebut akan memilih TM Nurlif secara aklamasi.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, ketika ditanyai wartawan terkait perihal adanya dugaan arah dukungan DPP Partai Golkar terhadap satu kandidat, membantah hal tersebut dan mengaku tidak mengetahui bagimana pemilihan ketua Golkar Aceh nantinya, apakah secara aklamasi atau tidak, dikarenakan proses musda masih berlangsung.

“Kita mengedepankan azaz-azaz yang terkadung dalam Pancasila. Simbol-simbol-partai harus kita jaga. Soal aklamasi kita lihat nanti bagaimana perkembangannya di dalam (Musda Golkar Aceh). Saya tidak ingin memberi judgment untuk sesuatu yang belum terjadi,” ungkapnya.

Ketika ditanyai beredar kabar adanya penekanan dari DPP Partai Golkar, Azis juga membantah adanya penekanan terhadap keberlangsungan Musda Golkar Aceh dalam menentukan ketua baru.

“Tidak ada penekanan, tanya saja ke pengurus daerah, ada saya tekan atau tidak. Saya nggak merasa tekan. Kita lihat saja nanti perkembangannya (soal aklamasi) di dalam, mau seperti apa ya kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Terkait adanya pertemuan sebelum Musda berlangsung, Aziz mengatakan itu hanya pertemuan biasa untuk membahas segala persiapan Musda Partai Golkar Aceh.

Dia menegaskan, Azaz Partai Golkar adalah musyawarah mufakat, dikarenakan partai berlambang beringin itu menurutnya adalah pembela dan benteng Pancasila.

“Lakukan sebisa mungkin (Musda Golkar Aceh) dengan cara musyawarah,” harapnya.

Sementara itu T. Husin Banta ketika dikonfirmasi wartawan membantah dirinya mundur dari calon ketua, melainkan batal maju. Dia juga membantah adanya penekanan dari DPP Partai Golkar terkait pembatalan dirinya maju sebagai kandidat ketua Golkar Aceh.

“Saya sudah putuskan tidak lagi berkompetisi, demi solidaritas Partai Golkar. Saya sudah melihat dan memperhitungkan kiri-kanan dan atas bawah, jadi saya putuskan tidak maju. Bukan mundur, tapi batal maju,” ujarnya.

“Membesarkan Partai Golkar jauh lebih penting, dibandingkan kepentingan pribadi masing-masing,” tambah Husin Banta.

Dengan tidak adanya kandidat lain, kata dia, maka peserta Musda akan memilih TM Nurlif secara aklamasi untuk kembali memimpin Partai Golkar Aceh.

“Jika tidak ada calon lain, berarti aklamasi,” imbuhnya. []

Komentar

Loading...