Masuk Kabinet Jokowi, Sandiaga Uno Tak Ingin Politik Saling Menjatuhkan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. [Foto: Sekretariat Kabinet}

JAKARTA - Sandiaga Uno menjelaskan alasannya mau menerima tawaran menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dia menuturkan, keputusannya itu diambil berdasarkan ikhtiarnya dari awal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Sandiaga memberikan penjelasan di akun Instagramnya, Jumat (25/12/2020). Dia mengunggah cuplikan wawancaranya dalam Apa Kabar Indonesia yang tayang di TVOne.

Saat itu, Sandiaga ditanya apa siasatnya untuk menjawab pertanyaan kelompok-kelompok yang menginginkannya berkontribusi di luar kabinet. Ketegangan yang terus terjadi ini, imbas dari Pemilu Presiden 2019. Waktu itu, dia berpasangan dengan Prabowo sebagai calon wakil presiden.

"Saya ingin menambah manfaat dampak seluas-luasnya. Saya tidak ingin politik digunakan untuk menjadi ajang pecah belah, saling sikut-menyikut, saling menjatuhkan apalagi dengan adanya covid-19 ini justru sebagai panggilan mari bersatu padu, lupakan perbedaan, kepentingan golongan, perasaan hati, kita lihat mana yang memiliki manfaat untuk membangun bangsa dan negara ke depan karena banyak sekali kelompok yang membutuhkan bantuan," katanya.

Suami Nur Asia ini memahami banyak pihak yang kecewa dengan keputusannya. "Pasti banyak yang tidak mendukung, mohon maaf, tapi niat ini murni tulus ikhlas saya ambil setelah berkontemplasi, salat istikharah berkali-kali, jawabannya tetap sama, dahulukan kepentingan bangsa dan negara, singkirkan perasaan," ujarnya.

Menurut dia, hal terberat adalah menjelaskan kepada keluarga terdekat saat menerima keputusan untuk menjadi Menparekraf ini.

"Kepada keluarga dekat, kepada sahabat-sahabat yang berjuang bersama, saya bilang, 'Ini saatnya kita fokus untuk mengatasi covid-19, membangkitkan ekonomi kita, dan membuka lapangan pekerjaan'," tuturnya.

Sandiaga mengatakan, dalam situasi berat ini, semua haris menghadirkan peuang untuk bangkit dan naik kelas. Ia mencontohkan, saat memulai usaha pada 1997, dimulai dengan tiga karyawan.

"Dalam 20 tahun, kita bisa membangun usaha yang membuka lapangan kerja bagi 30 ribu karyawan. Saya ingin hadir dengam terobosan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga kita bisa mengambil peluang untuk mencetak pemenang di kala pandemi," katanya. []

Komentar

Loading...