Partai Masyumi Dideklarasikan, Ini Tanggapan PPP, PAN dan Golkar

Alat peraga kampanye Pemilu 2014 di Aceh. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) tidak merasa terancam dengan upaya menghadirkan kembali Partai Masyumi.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, masyarakat sudah mengetahui jejak rekam para deklator Partai Masyumi saa ini. Menurut Arsul, di antara deklator juga terdapat tokoh dari PPP.

"Pada umumnya sudah sama-sama dan saling tahu, maka kami yang di PPP tidak melihat kelahiran Partai Masyumi ini sebagai ancaman atau saingan terhadap PPP," kata Arsul, Minggu (8/11/2020).

Arsul mengatakan, pihaknya tidak melihat Partai Masyumi sebagai ancaman karena sudah meyakini bahwa suara umat Islam di PPP sudah terkonsolidasi pada Pemilu 2019 lalu. Saat itu, kata dia, PPP mengalami persoalan yang mengguncang internal, yakni kasus hukum yang menimpa Ketua Umum saat itu Romahurmuziy. Kasus tersebut terjadi sebulan sebelum Pemilu dilaksanakan. Ditambah lagi, adanya perselisihan internal partai selama dua tahun lebih.

"Namun PPP masih mampu meraup lebih dari 6,3 juta suara dan lolos ambang batas parlemen. Ini artinya ada pemilih PPP yang loyal, dalam keadaan negatif saja, masih loyal dengan PPP," kata dia.

Oleh karena itu, kehadiran Partai Masyumi maupun Partai Ummat yang didirikan Amien Rais, dinilainya bukan masalah yang akan kembali mengguncang PPP. Sebab, kata dia, PPP sudah melewati badai sebelumnya sehingga saat ini memiliki kesempatan luas untuk meyakinkan kalangan Islam dan segmen lainnya.

"Justru PPP yang sudah melewati badai punya kesempatan luas untuk meyakinkan kalangan Islam dan segmen lainnya untuk melihat PPP sebagai harapan masa depan ketimbang partai baru yang lahir dari perpecahan partai yang sudah ada," kata dia.

PAN Tak Terganggu

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Viva Yoga Mauladi menyambut baik kembali aktifnya Partai Masyumi. Ia berharap, Partai Masyumi dapat ikut berkontestasi dalam Pemilu 2024.

"PAN merasa senang dan bergembira jika Partai Masyumi dapat lahir kembali dan menjadi kontestan dalam pemilu 2024," kata Viva, Sabtu (7/11/2020).

Viva mengatakan, PAN tidak merasa terganggu dengan hadirnya Partai Masyumi karena memiliki ideologi partai yang berbeda. Ia mengatakan, Partai Masyumi berideologi Islam dan PAN berideologi nasionalis-religius.

"PAN tidak merasa terancam, atau terganggu depan kelahiran Partai Masyumi karena basis sosialnya berbeda. Meski dalam beberapa daerah ada segmen pemilih yang berhimpitan, di era demokrasi modern ini semua diserahkan kepada kebebasan pilihan politik rakyat," ujarnya.

Viva menambahkan, partainya mengajak Partai Masyumi untuk bersinergi dalam membangun basis konstituen di masyarakat. Menurut Viva, membangun basis konstituen di era demokrasi modern menjadi tantangan bersama, di mana ikatan idelogi di basis konstituen bisa semakin melonggar.

"Untuk itu, upaya membangun basis konstituen saat ini adalah dengan kerja dan karya nyata di masyarakat serta kehadiran partai politik dapat dirasakan dan memberikan manfaat kepada rakyat," pungkasnya.

Golkar Tak Terpengaruh

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengaku, Partai Golkar tidak terpengaruh dengan kehadiran Partai Masyumi yang baru diaktifkan kembali.

“Partai Golkar tidak terpengaruh dengan lahirnya kembali Partai Masyumi. Captive kami berbeda. Kami memiliki pemilih dengan warna ideologis yang berbeda,” kata Ace, Minggu (8/11/2020).

Menurut Ace, upaya untuk mendirikan kembali partai itu sudah bermunculan sejak awal reformasi. Ace menilai, upaya untuk mengidentikkan diri dengan Partai Masyumi juga masih dilakukan sejumlah partai.

“Bahkan sampai saat ini, masih ada partai yang masih mengidentikan dengan partai ini. Hasilnya secara elektoral, masyarakat dapat melihat sendiri,” tutur dia.

Menurutnya, pendirian partai yang mengidentikkan diri secara ideologis dengan Partai Masyumi sah-sah saja. Ace menuturkan, hal itu adalah hak warga negara untuk berorganisasi dan bergabung dalam partai politik.

Dia mengaku menghormati hak tersebut. Namun, ia menilai diperlukan pandangan yang visioner untuk memajukan bangsa Indonesia.

“Kita harus melakukan transformasi ke arah kemajuan bangsa, bukan terus berkutat pada pertarungan ideologis masa lalu,” ucap Ace. []

Komentar

Loading...