Penuh Dinamika, JK Akan Bahas Perkembangan Perdamaian dan Politik Aceh dengan Presiden

Jusuf Kalla (JK) saat menerima kunkungan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haytar di kediamannya, Kamis malam (29/4/2021). [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan akan segera menyikapi perkembangan situasi perdamaian dan politik Aceh dengan melakukan komunikasi ke kementerian dan Presiden Jokowi.

Hal itu sebagaimana keterangan yang disampaikan Kabag Humas Wali Nanggroe Aceh M. Nasir Syamaun, Jumat malam (30/4/2021), berdasarkan hasil pertemuan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haytar dengan JK, pada Kamis malam (29/4/2021).

M. Nasir menjelaskan, pertemuan yang turut dihadiri oleh Mualem—sapaan akrab Muzakir Manaf—selaku Ketua KPA-PA, Staf Khusus Wali Nanggroe M. Raviq, dan Katibul Wali Nanggroe Azwardi Abdullah itu berlangsung di kediaman JK, Kawasan Kaboyoran Baru, Jakarta Selatan.

“Perkembangan perdamaian dan politik di Aceh saat ini masih penuh dinamika, baik antara Pemerintah Pusat dengan Aceh, dan dinamika di Aceh sendiri. Kami tetap komit dan konsisten untuk mempertahankan apa yang telah dicapai, dan memperjuangkan apa yang menjadi hak Aceh sesuai perjanjian MoU Helsinki,” kata Wali Nanggroe dalam pertemuan itu.

Selain bagian dari rangkaian kerja Wali Nanggroe dan Mualem di Ibukota RI beberapa hari terakhir ini dalam upaya mengkoordinasikan perkembangan terkini Aceh, pertemuan Wali Nanggroe dengan JK selaku mantan Wakil Presiden dan tokoh kunci perundingan RI-GAM 2005 silam, juga merupakan kunjungan balasan.

“Desember 2020 lalu, JK datang langsung ke Meuligoe Wali Nanggroe di Aceh Besar, dan sekarang Wali Nanggroe berkunjung ke tempat JK. Untuk tindak lanjut pertemuan di Aceh dan silaturrahmi,” sebut M. Nasir.

JK mengaku akan segera menyikapi informasi yang disampaikan Wali Nanggroe dan Mualem, baik kepada kementerian terkait, dan kepada Presiden Jokowi langsung. []

Komentar

Loading...