TKN Jokowi-Ma’ruf Siapkan Video hingga Foto Bukti Kecurangan Kubu Capres 02

Jokowi dan Prabowo. [Foto: Kompas.com]

JAKARTA - Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan, mengatakan, pihaknya mengumpulkan bukti kecurangan yang diduga dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Bukti yang dimaksud berupa foto dan video. Irfan mengatakan, bukti tersebut berasal dari masyarakat yang melaporkan dugaan kecurangan kepada TKN Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi setiap mereka menyampaikan laporan, kan, kami minta buktinya. Ada yang memberikan berupa video, foto, dan testimoni," ujar Irfan Kamis (25/4/2019).

Irfan mengatakan, pihaknya tidak sembarangan dalam menerima dugaan kecurangan. TKN akan meminta pelapor untuk menyertakan bukti. Setelah itu, TKN akan menganalisis apakah kejadian yang dilaporkan benar-benar pelanggaran pemilu.

"Kami bekerja cermat, tidak mau gegabah menyampaikan ini ada kecurangan tetapi enggak bisa disampaikan buktinya ke publik," ujar Irfan. Setelah selesai diklasifikasi, Irfan berjanji akan membuka bukti itu kepada publik.

Selain itu, Irfan juga memberikan gambaran soal laporan kecurangan yang diterima TKN Jokowi-Ma'ruf. Laporan tersebut banyak yang terjadi di luar negeri. Warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri melaporkan dugaan kecurangan yang mereka alami melalui telepon dan WhatsApp.

"Sebagian besar menyampaikan aduannya tidak bisa memilih. Ada yang sudah mengantre kaya di Sidney, kan, terus dibatalkan. Ada juga terindikasi saksi dari pihak 02 adalah warga negara asing dan lainnya," kata dia.

BPN: Silahkan Buktikan

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Vasco Ruseimy, tak mempermasalahkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf ingin membuktikan dugaan kecurangan yang dilakukan pihaknya.

Pernyataan ini disampaikan Vasco menanggapi Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan yang mengaku sudah mengumpulkan bukti-bukti kecurangan oleh kubu 02.

"Ya silahkan buktikan saja," kata Vasco, Kamis (25/4/2019). Vasco mengatakan, TKN tak perlu mengarahkan masyarakat ke arah yang tidak benar dengan mengungkapkan kecurangan-kecurangan tersebut.

Menurut dia, kecurangan pemilu terbukti dari beberapa peristiwa-peristiwa yaitu pembakaran gudang penyimpanan kotak suara di Sumatera Barat dan surat suara tercoblos 01 di Malaysia.

"Sampai di luar negeri loh suara yang dicoblos 01, jelas semua. Masyarakat kita sudah cerdas kok, bukan bodoh lagi. Kita bukan rakyat yang mudah dibohongin lagi, jangan coba membuat mem-framing-framing yang mengarah ke arah tidak benar," ujar Vasco.

Ia mengatakan, sejumlah video dugaan kecurangan sudah disebar masyarakat dari berbagai daerah melalui media sosial. BPN, kata Vasco, merangkum dugaan-dugaan itu.

"Rakyat yang videoin ada kertas suara yang ada kebakar, ada yang box mobil kotak suara yang di depan percetakan, kan rakyat videoin itu. Disitu lah BPN merangkum itu semua," kata dia. []

Komentar

Loading...