74 Peserta Siap Meriahkan Lomba Masak Kuah Beulangong di Festival Khanduri Laot 2019

Khanduri Laot Festival 2019. [Foto: Istimewa]

SABANG - Sebanyak 74 peserta dipastikan siap ikut ambil bagian dan memeriahkan pesta lomba masak kuah beulangong, pada 31 Maret 2019. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Festival Khanduri Laot yang akan digelar di Sabang pada 30 Maret hingga 1 April 2019.

Lomba yang memperebutkan hadiah total Rp 72.500.000 ini, akan menjadi ajang bersejarah makan terbesar bagi masyarakat umum pertama kalinya di Kota Sabang.

"Kita perkirakan, tersedia 15.000 (Lima belas ribu) nasi yang sudah terbungkus daun pisang sebagai salah satu dari syarat perlombaan. Siapapun nanti masyarakat, baik itu dari Sabang maupun wisatawan yang datang ke Sabang, bebas memilih masakan sesuai keinginan. Karena hasil dari lomba masak kuah beulangong ini akan dibagikan ke masyarakat maupun para wisatawan yang ikut menyaksikan lomba," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Faisal, yang turut serta didampingi Kabag Umum dan Humas, Bahrul Fikri, Rabu (27/3/2019).

Faisal  menjelaskan, kegiatan lomba masak kuah beulangong ini merupakan rangkaian dari acara Festival Khanduri Laot 2019. Direncanakan lomba itu akan dipusatkan di sepanjang jalan Diponegoro, tepatnya mulai dari depan Pendopo Wali Kota Sabang, di antara Kantor KP2TSP hingga ke arah kawasan Taman Ria.

"Seluruh peserta lomba akan berjejer di sepanjang jalan Diponegoro dengan menyertakan perlengkapan masak dan berbagai bahan yang akan dijadikan menu masak mereka nanti," katanya.

Sementara untuk pelaksanaan lomba tersebut, dibagi dalam dua kelompok perlombaan. Dari 74 peserta lomba, pada kelompok pertama diperlombakan untuk kategori lokal yang diikuti 58 peserta. Sedangkan untuk peserta lomba kategori open diikuti 16 peserta dari sejumlah catering pemasak handal asal Sabang dan juga berasal dari luar daerah yang pesertanya sudah teruji dan memiliki pengalaman masak yang tidak diragukan lagi.

"Jadi, 16 peserta open yang mengikuti lomba ini, sebagian dari mereka memang sudah memiliki pengalaman dan kelezatan masakannya selain sudah terkenal juga sudah diketahui masyarakat Aceh. Karena mereka yang ikut lomba itu berasal dari rumah makan terkenal di Banda Aceh dan Aceh Besar, diantaranya, ada dari rumah makan Lem Bakrie, rumah makan Hasan, rumah makan Bak Trieng, rumah makan Dek Gun, rumah makan Ayam Pramugari dan rumah makan Dek Gam 2," sebut Faisal.

Faisal menambahkan, untuk hadiah total Rp 72.500.000 yang disiapkan panitia lomba akan dibagi dalam dua katagori.

Untuk katagori pertama open, juara 1 berhadiah Rp 25 juta, juara 2 hadiahnya Rp 15 juta dan juara 3 memperoleh hadiah Rp 10 juta. Sedangkan hadiah untuk lomba katagori lokal, juara 1 mendapat Rp 10 juta, juara 2 peroleh Rp 7,5 juta, dan juara 3 berhadiah Rp 5 juta.

Menurut Faisal, lomba masak kuah beulangong yang diadakan pada kegiatan Festifal Khanduri Laot Kota Sabang tahun anggaran 2019 ini, selain untuk memeriahkan juga bertujuan menarik para wisatawan untuk datang ke Kota Sabang.

“Para peserta lomba akan meracik masakan khas Aceh yaitu kuah beulangong sesuai dengan keahlian mereka masing masing," ungkapnya.

Dijelaskan, ada beberapa kriteria yang dinilai oleh dewan juri antara lain, mulai dari cita rasa masakan dan tekstur, kekompakan dan kerja sama tim dan penilaian kebersihan serta kerapian tempat kerja.

"Jadi kepada peserta lomba yang nilainya lebih tinggi dan sesuai kreteria dewan juri, maka dialah menjadi pemenangnya dan berhak mengikuti dapatkan hadiah uang dan sertifikat," ungkapnya.

Seperti diketahui, kuah beulangong merupakan salah satu masakan tradisional di Aceh. Kuah beulangong sering dimasak pada acara acara kenduri besar, seperti acara pesta perkawinan, kenduri maulid, kenduri blang, kanduri laot dan kenduri-kenduri lainnya.

“Kegiatan ini dilakukan juga dalam rangka mempopulerkan masakan tradisional Aceh khususnya masakan kuah beulangong. Kita juga ingin kegiatan ini sebagai upaya kita dalam melestarikan masakan tradisinal Aceh serta memperkenalkan masakan kuah beulangong kepada wisatawan lokal dan wisatawan manca negara yang berkunjung ke Sabang,” imbuh Faisal. []

Komentar

Loading...