BPPA Fasilitasi Bayi Bocor Jantung Asal Lhokseumawe di Jakarta

Afia Dara Fohan (7 bulan), bayi bocor jantung asal Lhokseumawe, dipangkuan ibunya di dalam pesawat, saat menuju ke Jakarta, Kamis, 12 November 2020. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi Afia Dara Fohan (7 bulan), pasien bocor jantung asal Lhokseumawe, ke Rumah Singgah, Mess Aceh Cipinang, selama menjalani pengobatannya di Jakarta.

Kepala BPPA Almuniza Kamal mengatakan, Pemerintah Aceh berkomitmen memfasilitasi setiap masyarakat Aceh kurang mampu yang datang berobat ke Jakarta, untuk tinggal di rumah singgah.

"Apalagi ini sesuai dengan amanah Gubernur Aceh Nova Iriansyah, supaya selalu memfasilitasi masyarakat Aceh kurang mampu yang berobat di Jakarta," kata Almuniza, dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Jumat (13/11/2020).

Dia mengatakan, bayi asal Dusun Harapan Keude Aceh, Banda Sakti, Lhokseumawe itu, yang tiba di Jakarta hari ini (Kamis-red), didampingi oleh kedua orang tuanya, yakni Forhan Muzakir (ayah) dan Iska Mutia (ibu).

"Sebelum dibawa ke Jakarta, dia mendapat pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Kemudian, pihak RS di Medan meminta pasien dirujuk ke Jakarta," katanya.

Sementara itu, Forhan Muzakir, ayah dari bayi tersebut, mengatakan, anaknya sudah menderita bocor jantung sejak dari lahir. Dan sejak saat diketahui anaknya sakit, langsung dibawah ke RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh.

Setelah mengetahui bahwa anak saya mengalami bocor jantung dan pihak rumah sakit merujuk ke RSUZA Banda Aceh, kemudian anak saya diperiksa dan setelah melalui pemeriksaan oleh pihak RSUZA kembali menyatakan mengalami kebocoran jantung.

"Selama enam bulan kami berobat jalan dari Lhokseumawe ke RSUDZA Banda Aceh, kami melihat perkembangan anak tidak ada perubahan apapun malah berat badan menurun, nafasnya makin cepat, sekarang anak saya umur 7 bulan dengan berat badan anak 3,5 Kg," katanya.

Kemudian katanya, sempat juga dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia Aceh Utara. Namun, pihak rumah sakit memintanya di bawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, karena kondisinya semakin parah.

"Di RS Adam Malik Medan, kemudian anak saya diperiksa dan mendapatkan hasil bahwa kondisi kobocoran jantung anak saya sudah makin parah sebanyak 2 lobang ukuran Sentimeter," katanya.

Sehingga tambahnya, dokter memintanya untuk segera membawa anaknya ke Jakarta, guna dilakukan operasi, jika tidak kondisinya akan membiru. Pihak RS Adam Malik Medan pun saat itu langsung membuat surat rujukan ke RS Harapan Kita Jakarta. []

Komentar

Loading...