Pasca Enam Bulan Belajar di Rumah, Siswa SD 3 Idi Timur Mengaku Senang Bisa Sekolah Tatap Muka

Proses belajar tatap muka di SD Negeri 3 Idi Timur, Aceh Timur, dihari pertama aktif sekolah, Senin (31/8). [Foto: AcehOnline/Zulkifli]

IDI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, sejak Senin (31/8/2020), mulai memberlakukan sekolah tatap muka untuk Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) pasca enam bulan dirumahkan akibat Pandemi Covid-19.

Meski kondisinya tidak normal seperti dulu, namun tidak menyurutkan semangat siswa dalam menjalani proses belajar tatap muka tersebut. Setelah satu semester belajar di rumah baik secara Daring maupun Laring, namun bagi para siswa metode tersebut sangat tidak efisien menyerap pelajarannya.

Metode belajar secara Daring mungkin efektif diterapkan di kota, itupun hanya bagi siswa yang berasal dari keluarga kelas atas, jika orang tuanya kelas protelar (pekerja/buruh kasar) belum tentu bisa karena tidak memiliki teknologinya.

Namun bagi mereka yang tinggal dan sekolah di desa, hal itu tidak dapat dilakukan meskipun orang tua siswa punya kemampuan, karena berbagai keterbatasan, seperti gagap teknologi, ataupun keterbatasan jaringan, untuk siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, pasti persoalan jauh lebih banyak.

Sementara Laring, sulit bagi guru-guru karena harus mendatangi rumah siswa satu persatu, dengan jarak yang cukup jauh untuk sekolah yang berada di wilayah pedalaman.

Dengan diberlakukan kembali sekolah tatap muka di Kabupaten Aceh Timur, para siswa seperti mendapat kembali hal yang hilang dalam kehidupan mereka, meski kondisinya telah berbeda, mereka tidak bisa lagi saling salaman, saling rangkul, saling bercengkrama, karena ada jarak yang harus dijaga, mulut harus tertutup masker dan tangan harus sering dicuci.

Naira, salah seorang siswa kelas IV, di SD Negeri 3 Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, mengaku senang belajar tatap muka. Serta dia bisa gunakan seragam, belajar dan bermain dengan teman sekolahnya.

"Rasanya sangat senang, karena bisa bertemu dengan teman-teman dan juga bisa belajar langsung seperti ini untuk menambah ilmu pengetahuan," katanya.

Dalam satu ruang kelas, Pemerintah menetapkan paling banyak 20 orang siswa saat proses belajar mengajar, hal itu dilakukan agar bisa menjaga jarak. Meski demikian, para guru juga memiliki kendala saat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) covid-19 kepada murid-muridnya, terlebih bagi anak Paud dan anak SD kelas 1-2, karena diusia mereka, masih belum mengerti apa yang terjadi dengan kondisi sekarang ini.

Kepala SD Negeri 3 Idi Timur Rosmawardani, mengatakan untuk hari pertama ini pihaknya fokus mengajarkan siswa tenang pentingnya mengikuti protokol kesehatan sitengah pandemi ini.

Ia mengaku, banyak siswa dan bahkan wali murid yang belum paham tentang protocol kesehatan Covid 19 itu.

"Jadi guru-guru yang sudah kami tugaskan untuk terus menyampaikan hal itu agar siswa terbiasa dengan kondisi yang ada, seperti mencuci tangan, jaga jarak dan menggunakan masker," katanya.

Kendala dalam proses belajar mengajar, sambungnya, ada pada situasi dan kondisi yang masih belum terbiasa dan masih butuh proses adaptasi, sehingga guru harus bersorak-sorak untuk menyampaikan tentang protolol kesehatan tersebut terutama dalam jaga jarak, bahkan meja dan kursi yang sudah diatur sedemikian rupa namun masih digeser tempatnya, ya kita juga maklum namanya juga anak-anak." pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur Saiful Basri, meminta kepada setiap sekolah untuk tetap memberlakukan protokol kesehatan covid-19, baik bagi para guru dan juga murid, teratur mengukur suhu tubuh dan cuci tangan, jaga jarak serta menggunakan masker.

"Kami berharap bagi seluruh sekolah di Aceh Timur, baik Paud, SD dan SMP untuk tetap mempertahankan dalam penerapan protokol kesehatan yang sudah dijalankan hari ini, jangan saat hari pertama sekolah saja, selebihnya tidak ada lagi," katanya.

Pihaknya mengaku akan terus mengawasi penerapan protokol kesehatan disekolah, sampai pandemi covid-19 berakhir. []

Komentar

Loading...