PP TIM Dukung Pemerintah Aceh Fasilitasi Warga Aceh Kurang Mampu di Rumah Singgah

Ketua Umum PP TIM Surya Darma saat menjadi pembicara pada acara Peringatan 15 Tahun Perdamaian Aceh beberapa waktu lalu. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - Paguyuban masyarakat Aceh di Jabodetabek, Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM), mendukung Pemerintah Aceh dalam memfasilitasi tempat Rumah Singgah, Mess Aceh Cipinang, kepada warga Aceh kurang mampu saat berobat di Jakarta.

Ketua Umum PP TIM Surya Darma, mengatakan sangat mendukung niat baik yang sudah dilakukan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) untuk membantu masyarakat Aceh yang membutuhkan, seperti fasilitas tempat sangat bagus.

"Tapi, mungkin ada mekanisme-mekanisme yang harus dibuat. Supaya banyak orang membutuhkan juga punya kesempatan untuk singgah di tempat itu," kata Surya Darma, Rabu (2/9/2020).

Sehingga, kata dia, fungsi rumah singgah itu, betul-betul menjadi tempat persinggahan bagi orang yang membutuhkan.

"Maka harus dibuat kriteria-kriteria yang menempati rumah singgah tersebut," katanya.

Surya Darma mencontohkan kriteria itu, diantaranya bagi masyarakat yang berobat, orang terlantar karena sedang mencari keluarganya, serta orang yang tengah menimpa kemalangan.

"Tetapi harus diberikan batas waktunya, berapa lama boleh singgah. Walaupun dia orang sakit, tapi harus ada batasannya juga. Karena kalau misalnya ada orang sakit yang lain tidak ada tempatnya," jelasnya.

Namun menurutnya, dengan adanya rumah singgah sangat membantu warga Aceh kurang mampu. Karena selama ini jika ada masyarakat Aceh yang datang hanya menempati Meunasah-meunasah yang ada di Jakarta.

"Tapi kalau nanti dibuat kriteria-kriterianya, kita akan melakukan sosialisasi juga kepada masyarakat Aceh yang datang ke Jakarta. Siapa saja yang layak dan berapa lama bisa singgah di rumah singgah," ujarnya.

Sementara itu, semenjak rumah dinas dibawah kepemimpinan Almuniza Kamal di BPPA, diubah fungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Aceh pada 2019 lalu, hingga saat ini sudah menampung sedikitnya sebelas warga Aceh kurang mampu yang berobat di Jakarta. []

Komentar

Loading...