Usai Kelelawar, Trenggiling Diduga Ikut Sebarkan Virus Corona

Ilustrasi Trenggiling. [Foto: Istimewa]

BEIJING - Ilmuwan menduga wabah virus corona dari China bisa menyebar melalui perdagangan ilegal hewan atau konsumsi trenggiling. Trenggiling merupakan mamalia bersisik di dunia yang digunakan oleh orang Asia untuk makanan dan obat-obatan.

Meskipun dilindungi oleh hukum internasional, trenggiling adalah salah satu mamalia paling banyak diperdagangkan di Asia karena dagingnya dianggap lezat di negara-negara seperti China dan sisiknya digunakan untuk obat tradisional.

"Penemuan terbaru ini akan sangat penting untuk pencegahan dan pengendalian (virus)," ujar peneliti dari South China Agricultural University, mengutip dari AFP, Minggu (9/2/2020).

Wabah virus corona yang telah menewaskan 636 orang di daratan Cina, diyakini telah dimulai di pasar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei tengah, yang juga menjual hewan liar dalam kondisi hidup.

Para ahli kesehatan berpendapat virus itu mungkin berasal dari kelelawar dan kemudian ditularkan ke manusia, mungkin melalui spesies lain.

Selain itu, urutan genom dari regangan virus novel corona yang dipisahkan dari trenggiling dalam penelitian ini, 99 persen identik dengan orang yang terinfeksi. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa trenggiling menjadi inang perantara yang paling mungkin.

Tetapi di sisi lain,profesor kedokteran hewan di City University Hong Kong, Dirk Pfeiffer, mengaku bahwa penelitian tersebut masih prematur dan belum bisa 100 persen membuktikan trenggiling telah menularkan virus corona.

"Anda hanya dapat menarik kesimpulan yang lebih pasti jika anda membandingkan prevalensi (dari virus corona) antara spesies yang berbeda berdasarkan sampel yang representatif," kata dia.

Meski begitu, ia mengatakan penularan virus corona ke manusia melalui pasar makanan masih perlu dibuktikan. Sebelumnya, virus corona dianggap ditularkan melalui kelelawar dan ular. []

Komentar

Loading...